Dalam edisi FIKOM CAREER kali ini, mari berkenalan dengan Bima Adi Nugraha, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Angkatan 2019 yang saat ini berkarier sebagai Head of Marketing & Public Relations di Hinata Human Link.
Perjalanan karier Bima menjadi salah satu contoh bagaimana ilmu komunikasi yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun karier profesional, bahkan dalam lingkungan kerja yang memiliki jangkauan internasional.
Bekal Ilmu Komunikasi untuk Dunia Profesional
Selama menempuh pendidikan di FIKOM UG, Bima mendalami berbagai konsep dan praktik dalam bidang Public Relations serta Marketing Communication. Kedua bidang tersebut memberikan pemahaman mengenai bagaimana membangun hubungan yang baik dengan publik, merancang strategi komunikasi yang efektif, serta menciptakan citra positif bagi sebuah organisasi.
Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menjadi bekal yang sangat relevan dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang menuntut kemampuan berpikir strategis, kreatif, dan adaptif.
Mengelola Strategi Pemasaran dan Reputasi Perusahaan
Dalam posisinya saat ini sebagai Head of Marketing & Public Relations, Bima memiliki tanggung jawab yang luas dalam mendukung pertumbuhan dan reputasi perusahaan. Ia terlibat dalam penyusunan strategi pemasaran, pengembangan komunikasi perusahaan, serta pengelolaan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Perannya mencakup berbagai aktivitas penting, antara lain:
Menyusun dan mengimplementasikan strategi pemasaran perusahaan.
Membangun dan menjaga citra positif organisasi.
Mengelola hubungan dengan mitra strategis dan media.
Merancang program komunikasi yang efektif untuk berbagai audiens.
Memperkenalkan program kerja ke Jepang kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi digital maupun konvensional.
Melalui kombinasi kemampuan komunikasi, pemasaran, dan hubungan publik, Bima berperan dalam memastikan pesan perusahaan dapat tersampaikan secara tepat kepada target audiens yang dituju.
Menjembatani Peluang Karier Internasional
Salah satu aspek menarik dari pekerjaannya adalah keterlibatannya dalam memperkenalkan berbagai program kerja ke Jepang kepada masyarakat Indonesia. Tugas tersebut membutuhkan kemampuan komunikasi lintas budaya, pemahaman terhadap kebutuhan audiens, serta strategi komunikasi yang mampu membangun kepercayaan publik.
Dalam era globalisasi dan transformasi digital saat ini, kemampuan mengelola komunikasi lintas negara menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan ilmu komunikasi memiliki peluang karier yang sangat luas dan dapat berkontribusi dalam berbagai sektor industri, baik nasional maupun internasional.
Bukti Nyata Kompetensi Ilmu Komunikasi
Perjalanan karier Bima membuktikan bahwa kompetensi yang dipelajari di bangku kuliah dapat diterapkan secara nyata dalam dunia profesional. Kemampuan membangun relasi, menyusun strategi komunikasi, mengelola reputasi, hingga memahami perilaku audiens menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.
Keberhasilannya juga menunjukkan bahwa lulusan ilmu komunikasi tidak hanya berperan sebagai komunikator, tetapi juga dapat menjadi pengambil keputusan strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan organisasi.
Inspirasi untuk Fikomers
Kisah Bima Adi Nugraha menjadi pengingat bahwa kesuksesan karier dibangun melalui kombinasi antara ilmu pengetahuan, pengalaman, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar. Dunia komunikasi menawarkan berbagai peluang yang luas bagi mereka yang siap mengembangkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan.
Semoga perjalanan karier Bima dapat menginspirasi seluruh Fikomers untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta berani mengambil peluang dalam berbagai bidang profesi yang diminati.
Selamat dan sukses untuk Bima Adi Nugraha! Terus berkarya, menginspirasi, dan menunjukkan bahwa lulusan FIKOM UG mampu berkontribusi secara profesional di tingkat nasional maupun internasional.
Pernahkah kamu merasa dapat mengetahui perasaan seseorang bahkan sebelum ia mengatakan apa pun? Ternyata, hal tersebut bukan sekadar perasaan atau tebakan semata. Dalam ilmu komunikasi, terdapat fenomena yang dikenal sebagai mikroekspresi, yaitu ekspresi wajah yang muncul secara spontan dalam waktu yang sangat singkat dan sering kali mengungkapkan emosi yang sebenarnya.
Mikroekspresi dapat berlangsung hanya sekitar 1/15 hingga 1/25 detik, sehingga sering kali tidak disadari baik oleh orang yang menampilkannya maupun oleh orang yang melihatnya. Meski demikian, ekspresi singkat ini mampu memberikan petunjuk mengenai emosi seperti bahagia, sedih, marah, takut, terkejut, jijik, atau bahkan rasa tidak nyaman yang mungkin sedang dirasakan seseorang.
Ketika Wajah Berbicara Lebih Cepat daripada Kata-Kata
Dalam proses komunikasi tatap muka, manusia tidak hanya menyampaikan pesan melalui bahasa verbal, tetapi juga melalui berbagai bentuk komunikasi nonverbal. Ekspresi wajah menjadi salah satu elemen nonverbal yang paling kuat karena mampu menyampaikan informasi emosional secara cepat dan alami.
Menariknya, otak manusia sering kali memproses ekspresi wajah lebih cepat dibandingkan kata-kata yang didengar. Karena itu, sebelum seseorang menyusun kalimat untuk menyampaikan perasaannya, wajahnya terkadang sudah lebih dahulu menunjukkan emosi yang sedang dialami.
Fenomena inilah yang membuat komunikasi menjadi lebih kompleks. Apa yang diucapkan seseorang belum tentu sepenuhnya selaras dengan apa yang dirasakannya, dan mikroekspresi dapat menjadi salah satu petunjuk penting untuk memahami kondisi emosional tersebut.
Pentingnya Memahami Mikroekspresi dalam Komunikasi
Kemampuan mengenali mikroekspresi dapat membantu seseorang menjadi komunikator yang lebih efektif dan empatik. Dengan memahami sinyal-sinyal nonverbal yang muncul pada lawan bicara, kita dapat:
Memahami emosi yang mungkin tidak diungkapkan secara langsung.
Meningkatkan kualitas interaksi interpersonal.
Mengembangkan empati dan kepekaan sosial.
Mengurangi potensi kesalahpahaman dalam komunikasi.
Menyesuaikan respons komunikasi sesuai dengan kondisi lawan bicara.
Dalam banyak situasi, kemampuan ini sangat berguna untuk membangun hubungan yang lebih baik, baik dalam lingkungan akademik, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.
Dimanfaatkan di Berbagai Bidang Profesional
Pengetahuan tentang mikroekspresi tidak hanya dipelajari dalam bidang komunikasi, tetapi juga digunakan dalam berbagai profesi yang membutuhkan kemampuan memahami perilaku manusia.
Di bidang negosiasi, kemampuan membaca ekspresi dapat membantu memahami respons pihak lain terhadap suatu tawaran. Dalam pelayanan publik dan layanan pelanggan, pemahaman terhadap emosi pengguna layanan dapat membantu memberikan respons yang lebih tepat dan humanis. Sementara itu, dalam dunia kepemimpinan dan manajemen, kepekaan terhadap sinyal nonverbal dapat membantu membangun hubungan kerja yang lebih efektif.
Bahkan dalam era komunikasi digital yang semakin berkembang, kemampuan memahami komunikasi nonverbal tetap menjadi keterampilan penting karena interaksi manusia pada akhirnya tetap melibatkan aspek emosional yang tidak selalu dapat diwakili oleh kata-kata.
Menjadi Komunikator yang Lebih Peka dan Empatik
Mikroekspresi mengajarkan kita bahwa komunikasi yang baik bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang mengamati, mendengarkan, dan memahami orang lain secara lebih mendalam. Semakin peka kita terhadap pesan nonverbal, semakin besar pula peluang untuk menciptakan komunikasi yang efektif, bermakna, dan penuh empati.
Jadi, saat berbicara dengan seseorang, cobalah untuk tidak hanya mendengarkan kata-katanya, tetapi juga memperhatikan ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya. Siapa tahu, ada pesan penting yang sudah disampaikan bahkan sebelum kata pertama terucap.
Karena dalam komunikasi, terkadang wajah berbicara lebih jujur daripada kata-kata.
Mahasiswa Sarjana-Magister (Sarmag) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma berkesempatan mengikuti kegiatan Company Visit ke Katadata pada 3 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FIKOM UG untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui pengenalan langsung terhadap dunia industri media digital berbasis data.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses produksi berita digital, jurnalistik data, riset, serta strategi komunikasi digital yang diterapkan dalam ekosistem media modern. Katadata sebagai media yang dikenal dengan pendekatan berbasis data memberikan gambaran nyata tentang bagaimana informasi dikumpulkan, dianalisis, diolah, dan disajikan kepada publik secara akurat, informatif, dan menarik.
Dalam sesi diskusi bersama para profesional, mahasiswa mendapatkan pemahaman tentang pentingnya kemampuan membaca data, menyusun narasi berbasis fakta, serta menghadirkan visualisasi informasi yang mudah dipahami oleh audiens. Selain itu, pembahasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), budaya kerja media digital, serta peluang karier di era transformasi digital turut memperkaya perspektif mahasiswa terhadap perkembangan industri komunikasi saat ini.
Sesuai dengan tagline Katadata, “Kalau Bicara Pakai Data,” kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pola pikir kritis, kreatif, objektif, dan berbasis bukti dalam diri mahasiswa. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi calon profesional komunikasi agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.
FIKOM UG menyampaikan terima kasih kepada Katadata atas sambutan hangat, ilmu, dan pengalaman berharga yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan membangun kesiapan diri dalam memasuki industri komunikasi digital.
FIKOM UG terus berkomitmen menghadirkan pengalaman akademik yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
Dalam edisi FIKOM CAREER kali ini, mari berkenalan dengan Kiki Nur Fajrin, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Angkatan 2020 yang saat ini berkarier sebagai Photographer di Hangry Indonesia. Perjalanan kariernya menjadi salah satu contoh bagaimana ilmu, pengalaman organisasi, dan semangat belajar dapat membuka peluang profesional di industri kreatif yang terus berkembang.
Menjadikan Hobi dan Ilmu sebagai Profesi
Selama menempuh pendidikan di FIKOM UG, Kiki memperoleh berbagai bekal pengetahuan dan keterampilan melalui mata kuliah Fotografi dan Teknologi Dokumentasi. Dari perkuliahan tersebut, ia mempelajari beragam cabang fotografi yang menjadi fondasi penting dalam kariernya saat ini, di antaranya:
Food Photography
Product Photography
Modelling Photography
Still Photography
Journalism Photography
Berbagai teknik tersebut tidak hanya memperkaya kemampuan teknis dalam mengoperasikan kamera dan pencahayaan, tetapi juga mengasah kemampuan visual storytelling yang sangat dibutuhkan dalam industri kreatif dan pemasaran modern.
Belajar Lebih Dalam Melalui Laboratorium Fotografi
Selain memperoleh pengalaman di ruang kelas, Kiki juga aktif sebagai Asisten Laboratorium Fotografi FIKOM UG. Peran tersebut memberinya kesempatan untuk memperdalam keterampilan teknis, memahami proses produksi visual secara lebih komprehensif, serta mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan problem solving dalam berbagai situasi pemotretan.
Pengalaman sebagai asisten laboratorium menjadi salah satu faktor yang membantu Kiki membangun fondasi profesional yang kuat sebelum memasuki dunia kerja.
Berkembang Bersama Industri Kreatif
Pada pertengahan tahun 2024, Kiki bergabung dengan Hangry Indonesia sebagai Photographer. Dalam perannya, ia bertanggung jawab menghasilkan berbagai materi visual yang mendukung kebutuhan komunikasi dan pemasaran perusahaan.
Kemampuannya dalam mengolah visual, memahami karakter produk, serta menerjemahkan identitas merek ke dalam karya fotografi membawanya terlibat dalam berbagai proyek kreatif perusahaan. Hingga saat ini, Kiki telah berkontribusi dalam pengembangan materi foto untuk 10 brand baru Hangry Indonesia, sebuah pencapaian yang menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap kompetensi dan profesionalismenya.
Fotografi sebagai Bahasa Komunikasi Visual
Bagi seorang fotografer, gambar bukan hanya sekadar dokumentasi, tetapi juga media komunikasi yang mampu membangun persepsi, menyampaikan pesan, dan menciptakan pengalaman bagi audiens. Hal inilah yang menjadikan latar belakang ilmu komunikasi sebagai nilai tambah dalam pekerjaannya.
Melalui perpaduan kemampuan teknis fotografi dan pemahaman komunikasi visual, Kiki mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga efektif dalam mendukung tujuan komunikasi sebuah brand.
Inspirasi untuk Fikomers
Perjalanan Kiki Nur Fajrin membuktikan bahwa pengalaman akademik, aktivitas laboratorium, dan kemauan untuk terus belajar dapat menjadi modal penting dalam membangun karier profesional.
Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi seluruh Fikomers untuk terus mengembangkan potensi diri, memperdalam keterampilan sesuai minat, serta berani mengambil peluang untuk berkarya di dunia profesional.
Selamat dan sukses untuk Kiki Nur Fajrin! Terus berkarya, berinovasi, dan menginspirasi melalui karya-karya visual yang berdampak.
Halo, Fikomers! 👋 Tahukah kamu bahwa otak manusia memproses informasi hingga 4 kali lebih cepat dibandingkan kecepatan kita berbicara?
Rata-rata, seseorang berbicara sekitar 125–150 kata per menit, sementara otak pendengar mampu menyerap hingga 400–500 kata per menit. Artinya, ada “ruang kosong” dalam proses mendengarkan yang sering kali membuat audiens kehilangan fokus, melamun, atau terdistraksi.
Kenapa Audiens Mudah Kehilangan Fokus?
Kesenjangan antara kecepatan berbicara dan kemampuan otak ini menyebabkan audiens memiliki waktu “ekstra” untuk berpikir hal lain. Jika penyampaian pesan terasa monoton, tidak variatif, atau kurang menarik, maka perhatian audiens akan dengan mudah berpindah.
Inilah alasan mengapa komunikasi yang efektif tidak cukup hanya dengan berbicara—tetapi juga perlu strategi penyampaian yang tepat.
Cara Membuat Komunikasi Lebih Engaging
Agar pesan tetap menarik dan mudah dipahami, kamu bisa menerapkan beberapa teknik berikut:
Menyisipkan visual seperti gambar atau slide
Memberikan jeda (pause) untuk memberi waktu audiens mencerna
Menggunakan cerita singkat (storytelling) agar lebih relatable
Melibatkan audiens melalui pertanyaan atau interaksi
Dengan cara ini, audiens tidak hanya mendengar, tetapi juga terlibat secara aktif dalam komunikasi.
Komunikasi Efektif = Komunikasi yang Menghidupkan
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, penting untuk memahami bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana mengelola perhatian audiens.
Semakin interaktif dan variatif cara kita berkomunikasi, semakin besar peluang pesan kita dipahami dan diingat.
Yuk, Fikomers! Tingkatkan kualitas komunikasimu dengan teknik yang lebih interaktif, kreatif, dan engaging!
Halo, Fikomers! Dalam upaya menjaga integritas akademik di lingkungan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma (FIKOM UG), kami mengimbau seluruh mahasiswa untuk selalu waspada terhadap pihak yang menawarkan perubahan nilai secara instan di luar prosedur resmi kampus.
Tidak Ada Jalan Pintas Menuju Kualitas
Segala bentuk tawaran yang menjanjikan perubahan nilai tanpa proses yang sah merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan berpotensi merugikan secara akademik maupun moral. Perlu diingat, tidak ada jalan pintas untuk meraih hasil yang berkualitas. Prestasi akademik yang sesungguhnya lahir dari proses belajar yang konsisten, kerja keras, serta komitmen yang kuat
Nilai Adalah Cerminan Integritas
Nilai yang diperoleh secara jujur bukan hanya angka, tetapi mencerminkan:
usaha dan ketekunan dalam belajar,
kemampuan memahami materi,
serta dedikasi dalam menjalani proses akademik.
Menjaga kejujuran berarti menjaga kualitas diri sebagai insan akademik yang berintegritas.
Waspada dan Bertanggung Jawab
Kami mengajak seluruh Fikomers untuk:
tidak tergiur dengan tawaran yang mencurigakan,
tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab,
serta melaporkan apabila menemukan indikasi praktik yang melanggar aturan akademik.
Raih Prestasi dengan Cara Terbaik
Mari bersama membangun budaya akademik yang jujur, profesional, dan bermartabat. Tetap fokus pada tujuan, jaga integritas, dan raih prestasi melalui usaha terbaik yang kalian miliki.
FIKOM UG percaya, keberhasilan sejati lahir dari proses yang jujur.
Halo, Fikomers! Jumat Agung merupakan momen suci yang sarat makna bagi umat Kristiani. Hari ini menjadi waktu untuk merenungkan pengorbanan, kasih tanpa syarat, serta pengampunan yang tercermin dalam peristiwa wafat Yesus Kristus.
Refleksi Nilai Kasih dan Ketulusan Peristiwa Jumat Agung mengajarkan bahwa kasih sejati hadir dalam ketulusan, pengorbanan, dan kerendahan hati. Nilai-nilai ini mengajak kita untuk: • lebih peduli terhadap sesama, • memperkuat empati dalam setiap interaksi, • serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah dinamika kehidupan modern, refleksi ini menjadi pengingat penting bahwa kemanusiaan dan kepedulian adalah fondasi utama dalam membangun hubungan yang bermakna.
Membangun Harmoni dalam Keberagaman Sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, peringatan Jumat Agung juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan. Keberagaman yang ada di lingkungan akademik merupakan kekuatan yang harus dijaga melalui sikap saling memahami, menghormati, dan mendukung satu sama lain.
Komitmen untuk Menjadi Lebih Baik Mari jadikan momen refleksi ini sebagai penguat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih bijak, penuh kasih, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Setiap tindakan kecil yang dilandasi ketulusan dapat menghadirkan dampak besar dalam membangun kedamaian.
Keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma mengucapkan Selamat Memperingati Jumat Agung bagi seluruh umat Kristiani. Semoga kedamaian dan kasih senantiasa menyertai langkah kita semua.
Halo, Fikomers. Keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma (FIKOM UG) mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M kepada seluruh sivitas akademika dan Fikomers yang merayakan.
Kembali kepada Fitrah yang Suci
Setelah menjalani rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan, Idul Fitri menjadi momentum untuk kembali kepada hati yang bersih, penuh keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur. Hari kemenangan ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang pemaknaan ulang nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Mempererat Silaturahmi dan Kebersamaan
Idul Fitri mengajarkan pentingnya saling memaafkan dan memperkuat hubungan antar sesama. Dalam suasana penuh kehangatan ini, mari kita bangun kembali jalinan silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman.
Sebagai bagian dari komunitas akademik, nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang harmonis, inklusif, dan penuh empati.
Semangat Baru untuk Berkarya dan Berbagi
Hari yang fitri juga menjadi awal yang baik untuk melangkah dengan semangat baru. Mari jadikan momentum ini sebagai dorongan untuk terus:
menebarkan ilmu dan pengetahuan,
menghadirkan kebaikan dalam setiap tindakan,
serta memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan kampus dan masyarakat luas.
Dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, setiap langkah kecil dapat membawa dampak besar.
Doa dan Harapan
Semoga Idul Fitri 1447 H membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi kita semua. Semoga setiap amal ibadah yang telah dilakukan diterima, dan kita senantiasa diberi kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. 🙏 Mohon maaf lahir dan batin.
Halo, Fikomers. Hari Raya Nyepi bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah momen sakral untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan. Dalam keheningan yang dijaga, kita diajak untuk merenung, menata kembali pikiran, serta memperdalam kesadaran diri dalam menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna.
Hening yang Menguatkan
Nyepi mengajarkan bahwa di tengah dunia yang serba cepat, diam dan hening justru memiliki kekuatan besar. Dengan mengurangi aktivitas, membatasi distraksi, dan menghadirkan ketenangan, kita diberi ruang untuk memahami diri, memperbaiki niat, serta menyusun kembali arah kehidupan ke depan.
Refleksi dan Pembaruan Diri
Momentum ini menjadi kesempatan untuk:
mengevaluasi perjalanan yang telah dilalui,
menumbuhkan kebijaksanaan dalam berpikir dan bertindak,
serta memperkuat nilai-nilai kesederhanaan, kesadaran, dan harmoni.
Dalam perspektif kehidupan modern, Nyepi mengingatkan kita pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas dan refleksi, antara pencapaian dan makna.
Kedamaian dalam Kebersamaan
Sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, perayaan Nyepi juga menjadi simbol penghormatan terhadap keberagaman serta penguatan nilai toleransi di lingkungan akademik. Melalui momen ini, kita belajar untuk saling menghargai, menjaga keharmonisan, dan membangun kebersamaan dalam perbedaan.
Harapan di Tahun Baru Saka 1948
Keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 bagi seluruh Fikomers yang merayakan. Semoga keheningan membawa kedamaian, refleksi menghadirkan kebijaksanaan, dan awal yang baru memberi semangat untuk terus berkarya serta memberikan dampak positif bagi sesama.
Rahajeng Nyepi. Semoga kita semua senantiasa diberkahi ketenangan dan keseimbangan dalam setiap langkah kehidupan