Dalam edisi FIKOM CAREER kali ini, mari berkenalan dengan Bima Adi Nugraha, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Angkatan 2019 yang saat ini berkarier sebagai Head of Marketing & Public Relations di Hinata Human Link.
Perjalanan karier Bima menjadi salah satu contoh bagaimana ilmu komunikasi yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun karier profesional, bahkan dalam lingkungan kerja yang memiliki jangkauan internasional.
Bekal Ilmu Komunikasi untuk Dunia Profesional
Selama menempuh pendidikan di FIKOM UG, Bima mendalami berbagai konsep dan praktik dalam bidang Public Relations serta Marketing Communication. Kedua bidang tersebut memberikan pemahaman mengenai bagaimana membangun hubungan yang baik dengan publik, merancang strategi komunikasi yang efektif, serta menciptakan citra positif bagi sebuah organisasi.
Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menjadi bekal yang sangat relevan dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang menuntut kemampuan berpikir strategis, kreatif, dan adaptif.
Mengelola Strategi Pemasaran dan Reputasi Perusahaan
Dalam posisinya saat ini sebagai Head of Marketing & Public Relations, Bima memiliki tanggung jawab yang luas dalam mendukung pertumbuhan dan reputasi perusahaan. Ia terlibat dalam penyusunan strategi pemasaran, pengembangan komunikasi perusahaan, serta pengelolaan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Perannya mencakup berbagai aktivitas penting, antara lain:
Menyusun dan mengimplementasikan strategi pemasaran perusahaan.
Membangun dan menjaga citra positif organisasi.
Mengelola hubungan dengan mitra strategis dan media.
Merancang program komunikasi yang efektif untuk berbagai audiens.
Memperkenalkan program kerja ke Jepang kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi digital maupun konvensional.
Melalui kombinasi kemampuan komunikasi, pemasaran, dan hubungan publik, Bima berperan dalam memastikan pesan perusahaan dapat tersampaikan secara tepat kepada target audiens yang dituju.
Menjembatani Peluang Karier Internasional
Salah satu aspek menarik dari pekerjaannya adalah keterlibatannya dalam memperkenalkan berbagai program kerja ke Jepang kepada masyarakat Indonesia. Tugas tersebut membutuhkan kemampuan komunikasi lintas budaya, pemahaman terhadap kebutuhan audiens, serta strategi komunikasi yang mampu membangun kepercayaan publik.
Dalam era globalisasi dan transformasi digital saat ini, kemampuan mengelola komunikasi lintas negara menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan ilmu komunikasi memiliki peluang karier yang sangat luas dan dapat berkontribusi dalam berbagai sektor industri, baik nasional maupun internasional.
Bukti Nyata Kompetensi Ilmu Komunikasi
Perjalanan karier Bima membuktikan bahwa kompetensi yang dipelajari di bangku kuliah dapat diterapkan secara nyata dalam dunia profesional. Kemampuan membangun relasi, menyusun strategi komunikasi, mengelola reputasi, hingga memahami perilaku audiens menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.
Keberhasilannya juga menunjukkan bahwa lulusan ilmu komunikasi tidak hanya berperan sebagai komunikator, tetapi juga dapat menjadi pengambil keputusan strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan organisasi.
Inspirasi untuk Fikomers
Kisah Bima Adi Nugraha menjadi pengingat bahwa kesuksesan karier dibangun melalui kombinasi antara ilmu pengetahuan, pengalaman, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar. Dunia komunikasi menawarkan berbagai peluang yang luas bagi mereka yang siap mengembangkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan.
Semoga perjalanan karier Bima dapat menginspirasi seluruh Fikomers untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta berani mengambil peluang dalam berbagai bidang profesi yang diminati.
Selamat dan sukses untuk Bima Adi Nugraha! Terus berkarya, menginspirasi, dan menunjukkan bahwa lulusan FIKOM UG mampu berkontribusi secara profesional di tingkat nasional maupun internasional.
Pernahkah kamu merasa dapat mengetahui perasaan seseorang bahkan sebelum ia mengatakan apa pun? Ternyata, hal tersebut bukan sekadar perasaan atau tebakan semata. Dalam ilmu komunikasi, terdapat fenomena yang dikenal sebagai mikroekspresi, yaitu ekspresi wajah yang muncul secara spontan dalam waktu yang sangat singkat dan sering kali mengungkapkan emosi yang sebenarnya.
Mikroekspresi dapat berlangsung hanya sekitar 1/15 hingga 1/25 detik, sehingga sering kali tidak disadari baik oleh orang yang menampilkannya maupun oleh orang yang melihatnya. Meski demikian, ekspresi singkat ini mampu memberikan petunjuk mengenai emosi seperti bahagia, sedih, marah, takut, terkejut, jijik, atau bahkan rasa tidak nyaman yang mungkin sedang dirasakan seseorang.
Ketika Wajah Berbicara Lebih Cepat daripada Kata-Kata
Dalam proses komunikasi tatap muka, manusia tidak hanya menyampaikan pesan melalui bahasa verbal, tetapi juga melalui berbagai bentuk komunikasi nonverbal. Ekspresi wajah menjadi salah satu elemen nonverbal yang paling kuat karena mampu menyampaikan informasi emosional secara cepat dan alami.
Menariknya, otak manusia sering kali memproses ekspresi wajah lebih cepat dibandingkan kata-kata yang didengar. Karena itu, sebelum seseorang menyusun kalimat untuk menyampaikan perasaannya, wajahnya terkadang sudah lebih dahulu menunjukkan emosi yang sedang dialami.
Fenomena inilah yang membuat komunikasi menjadi lebih kompleks. Apa yang diucapkan seseorang belum tentu sepenuhnya selaras dengan apa yang dirasakannya, dan mikroekspresi dapat menjadi salah satu petunjuk penting untuk memahami kondisi emosional tersebut.
Pentingnya Memahami Mikroekspresi dalam Komunikasi
Kemampuan mengenali mikroekspresi dapat membantu seseorang menjadi komunikator yang lebih efektif dan empatik. Dengan memahami sinyal-sinyal nonverbal yang muncul pada lawan bicara, kita dapat:
Memahami emosi yang mungkin tidak diungkapkan secara langsung.
Meningkatkan kualitas interaksi interpersonal.
Mengembangkan empati dan kepekaan sosial.
Mengurangi potensi kesalahpahaman dalam komunikasi.
Menyesuaikan respons komunikasi sesuai dengan kondisi lawan bicara.
Dalam banyak situasi, kemampuan ini sangat berguna untuk membangun hubungan yang lebih baik, baik dalam lingkungan akademik, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.
Dimanfaatkan di Berbagai Bidang Profesional
Pengetahuan tentang mikroekspresi tidak hanya dipelajari dalam bidang komunikasi, tetapi juga digunakan dalam berbagai profesi yang membutuhkan kemampuan memahami perilaku manusia.
Di bidang negosiasi, kemampuan membaca ekspresi dapat membantu memahami respons pihak lain terhadap suatu tawaran. Dalam pelayanan publik dan layanan pelanggan, pemahaman terhadap emosi pengguna layanan dapat membantu memberikan respons yang lebih tepat dan humanis. Sementara itu, dalam dunia kepemimpinan dan manajemen, kepekaan terhadap sinyal nonverbal dapat membantu membangun hubungan kerja yang lebih efektif.
Bahkan dalam era komunikasi digital yang semakin berkembang, kemampuan memahami komunikasi nonverbal tetap menjadi keterampilan penting karena interaksi manusia pada akhirnya tetap melibatkan aspek emosional yang tidak selalu dapat diwakili oleh kata-kata.
Menjadi Komunikator yang Lebih Peka dan Empatik
Mikroekspresi mengajarkan kita bahwa komunikasi yang baik bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang mengamati, mendengarkan, dan memahami orang lain secara lebih mendalam. Semakin peka kita terhadap pesan nonverbal, semakin besar pula peluang untuk menciptakan komunikasi yang efektif, bermakna, dan penuh empati.
Jadi, saat berbicara dengan seseorang, cobalah untuk tidak hanya mendengarkan kata-katanya, tetapi juga memperhatikan ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya. Siapa tahu, ada pesan penting yang sudah disampaikan bahkan sebelum kata pertama terucap.
Karena dalam komunikasi, terkadang wajah berbicara lebih jujur daripada kata-kata.
Mahasiswa Sarjana-Magister (Sarmag) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma berkesempatan mengikuti kegiatan Company Visit ke Katadata pada 3 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FIKOM UG untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui pengenalan langsung terhadap dunia industri media digital berbasis data.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses produksi berita digital, jurnalistik data, riset, serta strategi komunikasi digital yang diterapkan dalam ekosistem media modern. Katadata sebagai media yang dikenal dengan pendekatan berbasis data memberikan gambaran nyata tentang bagaimana informasi dikumpulkan, dianalisis, diolah, dan disajikan kepada publik secara akurat, informatif, dan menarik.
Dalam sesi diskusi bersama para profesional, mahasiswa mendapatkan pemahaman tentang pentingnya kemampuan membaca data, menyusun narasi berbasis fakta, serta menghadirkan visualisasi informasi yang mudah dipahami oleh audiens. Selain itu, pembahasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), budaya kerja media digital, serta peluang karier di era transformasi digital turut memperkaya perspektif mahasiswa terhadap perkembangan industri komunikasi saat ini.
Sesuai dengan tagline Katadata, “Kalau Bicara Pakai Data,” kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pola pikir kritis, kreatif, objektif, dan berbasis bukti dalam diri mahasiswa. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi calon profesional komunikasi agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.
FIKOM UG menyampaikan terima kasih kepada Katadata atas sambutan hangat, ilmu, dan pengalaman berharga yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan membangun kesiapan diri dalam memasuki industri komunikasi digital.
FIKOM UG terus berkomitmen menghadirkan pengalaman akademik yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
Dalam edisi FIKOM CAREER kali ini, mari berkenalan dengan Kiki Nur Fajrin, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Angkatan 2020 yang saat ini berkarier sebagai Photographer di Hangry Indonesia. Perjalanan kariernya menjadi salah satu contoh bagaimana ilmu, pengalaman organisasi, dan semangat belajar dapat membuka peluang profesional di industri kreatif yang terus berkembang.
Menjadikan Hobi dan Ilmu sebagai Profesi
Selama menempuh pendidikan di FIKOM UG, Kiki memperoleh berbagai bekal pengetahuan dan keterampilan melalui mata kuliah Fotografi dan Teknologi Dokumentasi. Dari perkuliahan tersebut, ia mempelajari beragam cabang fotografi yang menjadi fondasi penting dalam kariernya saat ini, di antaranya:
Food Photography
Product Photography
Modelling Photography
Still Photography
Journalism Photography
Berbagai teknik tersebut tidak hanya memperkaya kemampuan teknis dalam mengoperasikan kamera dan pencahayaan, tetapi juga mengasah kemampuan visual storytelling yang sangat dibutuhkan dalam industri kreatif dan pemasaran modern.
Belajar Lebih Dalam Melalui Laboratorium Fotografi
Selain memperoleh pengalaman di ruang kelas, Kiki juga aktif sebagai Asisten Laboratorium Fotografi FIKOM UG. Peran tersebut memberinya kesempatan untuk memperdalam keterampilan teknis, memahami proses produksi visual secara lebih komprehensif, serta mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan problem solving dalam berbagai situasi pemotretan.
Pengalaman sebagai asisten laboratorium menjadi salah satu faktor yang membantu Kiki membangun fondasi profesional yang kuat sebelum memasuki dunia kerja.
Berkembang Bersama Industri Kreatif
Pada pertengahan tahun 2024, Kiki bergabung dengan Hangry Indonesia sebagai Photographer. Dalam perannya, ia bertanggung jawab menghasilkan berbagai materi visual yang mendukung kebutuhan komunikasi dan pemasaran perusahaan.
Kemampuannya dalam mengolah visual, memahami karakter produk, serta menerjemahkan identitas merek ke dalam karya fotografi membawanya terlibat dalam berbagai proyek kreatif perusahaan. Hingga saat ini, Kiki telah berkontribusi dalam pengembangan materi foto untuk 10 brand baru Hangry Indonesia, sebuah pencapaian yang menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap kompetensi dan profesionalismenya.
Fotografi sebagai Bahasa Komunikasi Visual
Bagi seorang fotografer, gambar bukan hanya sekadar dokumentasi, tetapi juga media komunikasi yang mampu membangun persepsi, menyampaikan pesan, dan menciptakan pengalaman bagi audiens. Hal inilah yang menjadikan latar belakang ilmu komunikasi sebagai nilai tambah dalam pekerjaannya.
Melalui perpaduan kemampuan teknis fotografi dan pemahaman komunikasi visual, Kiki mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga efektif dalam mendukung tujuan komunikasi sebuah brand.
Inspirasi untuk Fikomers
Perjalanan Kiki Nur Fajrin membuktikan bahwa pengalaman akademik, aktivitas laboratorium, dan kemauan untuk terus belajar dapat menjadi modal penting dalam membangun karier profesional.
Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi seluruh Fikomers untuk terus mengembangkan potensi diri, memperdalam keterampilan sesuai minat, serta berani mengambil peluang untuk berkarya di dunia profesional.
Selamat dan sukses untuk Kiki Nur Fajrin! Terus berkarya, berinovasi, dan menginspirasi melalui karya-karya visual yang berdampak.
Keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh sivitas akademika dan masyarakat yang merayakan.
Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar penanda perubahan waktu, tetapi juga menjadi momen yang sarat makna untuk melakukan refleksi diri. Tahun Baru Islam mengajak kita untuk menengok kembali perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri berbagai pencapaian, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran berharga untuk melangkah lebih baik di masa depan.
Momentum Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik
Semangat 1 Muharram identik dengan makna hijrah, yaitu perubahan menuju arah yang lebih baik. Hijrah tidak selalu dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga sebagai upaya memperbaiki cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai insan akademik, momentum ini dapat menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui semangat belajar, memperluas wawasan, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas.
Menebarkan Manfaat Melalui Pendidikan dan Karya
Tahun Baru Islam juga menjadi kesempatan untuk memperbarui semangat dalam berkarya dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar. Melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan berbagai bentuk inovasi, setiap individu memiliki kesempatan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan kepedulian sosial merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkemajuan. Dengan menjunjung nilai-nilai tersebut, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif bagi bangsa dan negara.
Memperkuat Kebersamaan dan Kepedulian
Di tengah berbagai tantangan zaman, kebersamaan dan solidaritas menjadi kekuatan yang sangat penting. Tahun Baru Islam mengingatkan kita untuk terus menjaga hubungan baik dengan sesama, memperkuat rasa empati, serta membangun komunikasi yang dilandasi oleh saling menghormati dan saling mendukung.
Semangat kebersamaan inilah yang akan menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan akademik dan sosial yang harmonis, produktif, dan penuh kebermanfaatan.
Harapan di Tahun 1448 Hijriah
Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, serta kesuksesan bagi kita semua. Semoga setiap langkah yang kita ambil senantiasa dilandasi niat baik, semangat untuk terus berkembang, dan komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga tahun yang baru menjadi awal yang baik untuk terus bertumbuh, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma telah menyelenggarakan kegiatan Memorandum of Understanding (MoU) dan Focus Group Discussion (FGD) bersama LAMSPAK, PERHUMAS, ASPIKOM, dan ISKI. Kegiatan ini mengangkat tema “Revitalisasi Kurikulum Ilmu Komunikasi Berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Era Artificial Intelligence, Sustainability, dan Digital Society.”
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026, pukul 09.00–16.00 WIB di Auditorium Kampus F8 Universitas Gunadarma, Depok, menjadi ruang pertemuan strategis antara perguruan tinggi, lembaga akreditasi, asosiasi profesi, dan organisasi keilmuan di bidang komunikasi. Melalui kegiatan ini, FIKOM UG berupaya memperkuat kerja sama kelembagaan sekaligus membuka ruang dialog akademik terkait arah pengembangan kurikulum ilmu komunikasi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Pelaksanaan MoU menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antarlembaga. Kerja sama yang dibangun tidak hanya diarahkan pada penguatan hubungan institusional, tetapi juga pada pengembangan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan jejaring akademik dan profesional di bidang ilmu komunikasi. Kolaborasi dengan LAMSPAK, PERHUMAS, ASPIKOM, dan ISKI diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem pendidikan komunikasi di Indonesia.
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan Focus Group Discussion yang membahas revitalisasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education. OBE menjadi pendekatan penting dalam pendidikan tinggi karena menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai dasar dalam merancang proses pendidikan. Melalui pendekatan ini, kurikulum tidak hanya disusun berdasarkan materi ajar, tetapi juga berdasarkan kompetensi, keterampilan, sikap, dan kemampuan nyata yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran.
Revitalisasi kurikulum ilmu komunikasi menjadi semakin penting di tengah perkembangan Artificial Intelligence, isu keberlanjutan, dan transformasi masyarakat digital. Perubahan tersebut berdampak langsung pada cara manusia berkomunikasi, memproduksi informasi, menggunakan media, membangun relasi sosial, hingga mengambil keputusan dalam kehidupan publik. Oleh karena itu, pendidikan ilmu komunikasi perlu terus menyesuaikan diri agar lulusan yang dihasilkan mampu memahami dinamika media, teknologi, budaya digital, serta kebutuhan industri dan masyarakat.
Dalam era Artificial Intelligence, mahasiswa ilmu komunikasi tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami dampak sosial, etika, dan tanggung jawab komunikasi di ruang digital. Kehadiran AI menghadirkan peluang baru dalam produksi konten, analisis data, strategi komunikasi, media digital, dan riset komunikasi. Namun, perkembangan ini juga menuntut kesiapan akademik dalam membangun literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman etis terhadap penggunaan teknologi.
Isu sustainability atau keberlanjutan juga menjadi perhatian penting dalam pengembangan kurikulum ilmu komunikasi. Komunikasi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik, mendorong perubahan perilaku, memperkuat tanggung jawab sosial, serta mengomunikasikan isu-isu lingkungan, sosial, dan tata kelola secara lebih efektif. Dengan demikian, kurikulum ilmu komunikasi perlu memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana komunikasi dapat berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, perkembangan digital society menuntut lulusan ilmu komunikasi memiliki kemampuan adaptif dalam menghadapi perubahan pola interaksi masyarakat. Masyarakat digital ditandai oleh cepatnya arus informasi, meningkatnya penggunaan media sosial, berkembangnya budaya partisipatif, serta munculnya tantangan seperti disinformasi, polarisasi opini, dan etika komunikasi digital. Kondisi ini menempatkan pendidikan komunikasi pada posisi penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab etis.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si., Ketua Dewan Eksekutif LAMSPAK, sebagai keynote speaker. Kehadiran beliau menjadi bagian penting dalam memperkaya perspektif mengenai arah pengembangan pendidikan tinggi ilmu komunikasi, terutama dalam kaitannya dengan mutu, capaian pembelajaran, dan kebutuhan penyesuaian kurikulum di tengah perubahan lingkungan akademik dan profesional. FGD ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yaitu Dr. Emilia Bassar, M.Si., IAPR; Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si.; serta Prof. Dr. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.Comm. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan pandangan komprehensif mengenai pengembangan kurikulum ilmu komunikasi dari berbagai sudut, mulai dari kebutuhan akademik, praktik profesional, perkembangan industri komunikasi, hingga tantangan global yang dihadapi pendidikan tinggi. Melalui forum diskusi ini, FIKOM UG berupaya menggali masukan, gagasan, dan rekomendasi yang dapat digunakan dalam memperkuat kurikulum ilmu komunikasi. Diskusi mengenai kurikulum menjadi penting karena dunia pendidikan tidak dapat berdiri terpisah dari perubahan sosial dan teknologi. Kurikulum perlu terus dievaluasi agar tetap relevan, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa, dunia kerja, masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan.
Kegiatan MoU dan FGD ini juga menjadi wujud komitmen FIKOM UG dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Dengan memperkuat kerja sama bersama lembaga dan asosiasi di bidang komunikasi, FIKOM UG berharap dapat membangun ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan akademik, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, penguatan riset, serta pengembangan program-program yang relevan dengan kebutuhan masa depan. FIKOM UG memandang bahwa pendidikan ilmu komunikasi harus mampu menghasilkan lulusan yang komunikatif, kritis, kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab. Lulusan ilmu komunikasi tidak hanya diharapkan mampu bekerja di industri media dan komunikasi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih informatif, inklusif, dan beretika di tengah perubahan digital.
Melalui kegiatan ini, FIKOM UG menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem pendidikan ilmu komunikasi yang unggul, berdaya saing, dan relevan dengan tantangan era Artificial Intelligence, Sustainability, dan Digital Society. Kolaborasi akademik dan kelembagaan yang terbangun diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat mutu pendidikan, memperluas jejaring, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru bagi pengembangan ilmu komunikasi di Indonesia.
Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi pengingat penting bagi bangsa Indonesia untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila hadir sebagai dasar negara yang menyatukan keberagaman, memperkuat persatuan, serta menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang adil, beradab, dan bergotong royong.
Bagi keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi kesempatan untuk kembali merefleksikan peran dunia pendidikan dalam menanamkan nilai persatuan, kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Kampus tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga tempat tumbuhnya karakter, kepedulian, dan kesadaran untuk berkontribusi bagi bangsa.
Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, nilai-nilai Pancasila perlu terus dihidupkan dalam cara berpikir, berkomunikasi, dan berkarya. Keberagaman pandangan, budaya, agama, serta latar belakang sosial perlu dijaga melalui sikap saling menghormati, terbuka terhadap perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Dalam bidang ilmu komunikasi, Pancasila memiliki makna penting sebagai dasar dalam membangun komunikasi yang santun, etis, inklusif, dan bertanggung jawab. Mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan mampu menggunakan pengetahuan dan keterampilan komunikasinya untuk menyebarkan informasi yang baik, memperkuat persatuan, serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, FIKOM UG mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam belajar, berkarya, dan berkontribusi. Dari lingkungan kampus, nilai-nilai Pancasila dapat terus dirawat dan diwujudkan dalam tindakan nyata demi kemajuan Indonesia.
Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Mari jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, berkomunikasi, dan berkarya untuk Indonesia.
Hari Raya Waisak 2570 BE menjadi peringatan suci bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddharta Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya. Peringatan ini tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menghadirkan pesan universal tentang kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, Waisak menjadi pengingat penting untuk terus menjaga harmoni dan menghargai perbedaan. Nilai-nilai kedamaian yang terkandung dalam peringatan ini dapat menjadi dasar dalam membangun hubungan sosial yang lebih baik, termasuk dalam lingkungan akademik yang terbuka, inklusif, dan saling menghormati.
Keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma memaknai Hari Raya Waisak sebagai ruang refleksi untuk menumbuhkan ketenangan batin, kebijaksanaan dalam bersikap, serta kepedulian dalam berinteraksi dengan sesama. Dalam konteks ilmu komunikasi, nilai-nilai tersebut sejalan dengan pentingnya membangun komunikasi yang santun, penuh empati, dan mampu memperkuat kebersamaan.
Melalui peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE, FIKOM UG mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus merawat kedamaian dalam keberagaman. Sikap saling menghargai, terbuka terhadap perbedaan, dan peduli terhadap sesama menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan kampus yang harmonis dan bermakna.
Semoga cahaya kebijaksanaan Waisak dapat menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan, menjaga kedamaian, dan memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan bersama.
Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE bagi seluruh umat Buddha yang merayakan. Semoga kedamaian dan kebahagiaan senantiasa menyertai semua umat.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma memberikan apresiasi atas terselenggaranya Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) periode 2026. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat jejaring akademisi, dosen, dan peneliti ilmu komunikasi di Indonesia.
Sebagai organisasi profesi, ADPIKI memiliki peran strategis dalam mendorong kolaborasi keilmuan, memperluas ruang penelitian, serta memperkuat kontribusi akademisi komunikasi dalam menjawab dinamika masyarakat, perkembangan media, transformasi digital, dan tantangan pendidikan tinggi.
Dalam kepengurusan ADPIKI periode 2026, Dr. Ir. Kiayati Yusriyah, MM., M.I.Kom., selaku Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Bendahara Umum ADPIKI. Kepercayaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi, pengalaman, dan kontribusi beliau dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta ilmu komunikasi.
Keterlibatan sivitas akademika FIKOM UG dalam kepengurusan ADPIKI juga menjadi bukti nyata komitmen fakultas untuk terus berperan dalam penguatan dunia akademik di tingkat nasional. Melalui peran tersebut, FIKOM UG diharapkan dapat turut memperluas kolaborasi antarlembaga, memperkuat budaya penelitian, serta mendukung lahirnya gagasan-gagasan baru dalam pengembangan ilmu komunikasi.
FIKOM UG berharap amanah yang diberikan kepada Dr. Ir. Kiayati Yusriyah, MM., M.I.Kom. dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan membawa manfaat bagi kemajuan dunia akademik, penelitian, serta komunikasi di Indonesia.
Selamat dan sukses atas Deklarasi dan Pelantikan Pengurus ADPIKI periode 2026. Semoga ADPIKI terus menjadi ruang produktif bagi dosen dan peneliti ilmu komunikasi dalam memperkuat kolaborasi, integritas, dan kontribusi keilmuan bagi Indonesia.