Semester Genap tahun akademik 2025/2026 telah dimulai. Berikut daftar mata kuliah yang akan ditempuh di setiap tingkat. Mata kuliah ini disusun untuk mendukung pemahaman teori dan praktik di bidang Ilmu Komunikasi, mulai dari dasar hingga penerapannya di berbagai bidang.
Semoga dengan perkuliahan ini, kalian bisa menambah wawasan, mengasah keterampilan, serta menjalani semester dengan lancar. Selamat belajar dan tetap semangat dalam mengikuti proses perkuliahan.
Halo, Fikomers! Tahukah kamu bahwa dalam percakapan spontan sehari-hari, tingkat miscommunication atau salah paham bisa mencapai sekitar 35–42%? Angka ini menunjukkan bahwa kesalahpahaman sebenarnya merupakan bagian yang cukup umum dalam interaksi manusia.
Namun menariknya, penelitian yang dilakukan oleh Paxton dkk. (2021) menunjukkan bahwa sedikit “kekacauan” dalam komunikasi justru dapat memberikan manfaat dalam proses interaksi. Alih-alih selalu merugikan, ambiguitas dalam percakapan dapat memicu keterlibatan yang lebih aktif antara para partisipan komunikasi.
Ketika Otak Bekerja Lebih Aktif
Saat terjadi ambiguitas atau kesalahpahaman, otak kita secara otomatis akan bekerja lebih keras untuk:
mengklarifikasi makna pesan,
memperbaiki asumsi yang muncul,
serta menyamakan persepsi dengan lawan bicara.
Proses ini membuat komunikasi tidak berjalan secara pasif, tetapi menjadi lebih dinamis dan interaktif. Kita terdorong untuk bertanya, menjelaskan ulang, atau memberikan konteks tambahan agar pesan dapat dipahami dengan lebih tepat.
Komunikasi Bukan Tentang Kesempurnaan
Dalam perspektif ilmu komunikasi, interaksi yang baik bukan selalu berarti komunikasi yang bebas dari kesalahan. Justru yang lebih penting adalah bagaimana kita merespons perbedaan pemahaman tersebut. Kemampuan untuk mendengarkan, mengklarifikasi, dan membuka ruang dialog menjadi kunci agar percakapan tetap konstruktif.
Ketika dikelola dengan baik, kesalahpahaman dapat menjadi peluang untuk memperdalam diskusi, memperkaya sudut pandang, dan memperkuat hubungan komunikasi.
Komunikasi Bukan Tentang Kesempurnaan
Dalam perspektif ilmu komunikasi, interaksi yang baik bukan selalu berarti komunikasi yang bebas dari kesalahan. Justru yang lebih penting adalah bagaimana kita merespons perbedaan pemahaman tersebut. Kemampuan untuk mendengarkan, mengklarifikasi, dan membuka ruang dialog menjadi kunci agar percakapan tetap konstruktif.
Ketika dikelola dengan baik, kesalahpahaman dapat menjadi peluang untuk memperdalam diskusi, memperkaya sudut pandang, dan memperkuat hubungan komunikasi.
Halo Fikomers. Sudah siap menjalani Semester Genap (ATA) 2025/2026? Yuk, simak jadwal penting agar tidak ketinggalan informasi.
📚 Perkuliahan sebelum UTS dimulai 2 Maret 2026 🌙 Libur Hari Raya Idul Fitri pada 16-28 Maret 2026. 📝 Pengisian dan cetak KRS Online berlangsung 4 Maret-18 April 2026 📌 Batas akhir cetak KRS adalah 16 Mei 2026. 📖 Ujian Tengah Semester (UTS) akan dilaksanakan 25 Mei–13 Juni 2026. 📚 Perkuliahan setelah UTS dimulai 22 Juni 2026 📝 Ujian Utama 20-25 Juli 2026 🎓 UAS pada 27 Juli-8 Agustus 2026.
Pastikan kamu menyusun strategi belajar dengan baik agar semester ini berjalan sukses!
📅 Simpan dan bagikan informasi ini ke teman-temanmu ya!
Dalam rangka menyelaraskan strategi pembelajaran serta meningkatkan kualitas akademik, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menyelenggarakan Rapat Koordinasi bagi seluruh Dosen Pengampu Ilmu Komunikasi Gunadarma. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk evaluasi perkuliahan, penguatan sinergi, serta penyamaan persepsi dalam pelaksanaan kegiatan akademik semester berjalan.
🗓 Sabtu, 28 Februari 2026 ⏰ 13.30 WIB 💻 Via Zoom Meeting
Diharapkan seluruh dosen pengampu dapat hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Mari bersama membangun komitmen demi pembelajaran yang unggul, adaptif, dan berdampak.
Halo, Fikomers! Istilah job hopping semakin sering terdengar, khususnya di kalangan Generasi Z. Fenomena berpindah pekerjaan dalam rentang waktu relatif singkat—sekitar 1–2 tahun—sering kali memunculkan perdebatan: apakah ini bentuk ketidakloyalan, atau justru strategi karier yang adaptif?
Dalam perspektif ilmu komunikasi organisasi dan motivasi kerja, fenomena ini dapat dijelaskan melalui Teori Two Factor Herzberg.
Dua Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Menurut Herzberg, terdapat dua kelompok faktor yang memengaruhi kepuasan dan motivasi seseorang dalam bekerja:
Faktor Intrinsik (Motivator)
Faktor ini berkaitan dengan aspek internal yang memberikan makna dan kepuasan mendalam terhadap pekerjaan, seperti:
kebutuhan untuk berkembang,
rasa memiliki tanggung jawab,
pencapaian dan pengakuan,
serta makna kerja itu sendiri.
Bagi banyak Gen Z, pekerjaan bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga ruang aktualisasi diri dan pertumbuhan personal.
Faktor Ekstrinsik (Hygiene Factors)
Faktor ini berhubungan dengan lingkungan kerja, seperti:
budaya kerja yang fleksibel,
relasi tim yang suportif,
sistem kompensasi dan gaji,
serta peluang promosi dan pengembangan karier.
Ketika faktor-faktor ini tidak terpenuhi, kepuasan kerja menurun, sehingga muncul dorongan untuk mencari lingkungan baru yang lebih sesuai.
Job Hopping: Tren atau Strategi?
Bagi Gen Z, job hopping sering dipandang bukan sekadar tren, melainkan strategi untuk:
mempercepat perkembangan karier,
memperluas pengalaman profesional,
serta menemukan lingkungan kerja yang selaras dengan nilai dan tujuan pribadi.
Namun demikian, keputusan berpindah kerja dalam waktu singkat juga memiliki risiko, seperti proses adaptasi ulang, tantangan membangun reputasi jangka panjang, hingga stigma terkait loyalitas.
Keputusan yang Berbasis Tujuan
Dalam perspektif komunikasi, keputusan karier merupakan bagian dari konstruksi identitas profesional. Selama didasarkan pada tujuan yang jelas, refleksi yang matang, dan strategi yang terukur, job hopping dapat menjadi langkah rasional dalam perjalanan karier.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana generasi muda memaknai pekerjaan secara berbeda, lebih dinamis, fleksibel, dan berorientasi pada pertumbuhan.
Jadi, Fikomers, menurutmu job hopping lebih tepat disebut tren atau strategi? Yuk, pahami fenomena komunikasi ini lewat lensa teori agar kita tidak sekadar menilai, tetapi juga memahami.
Hai Mahasiswa Gunadarma! 👋✨ Punya ide usaha keren tapi bingung mulai dari mana? Ingin bisnis kamu scale up, dapat modal & bimbingan langsung dari ahlinya?
Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 hadir buat kamu yang ingin mewujudkan ide usahanya jadi kenyataan!Program ini adalah kesempatan besar untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sambil menguatkan pondasi bisnis kamu dari nol sampai siap bersaing!
Jadi saatnya kalian untuk ikut sosialisasinya dan isi Link pendaftaran dibawah ini ya!
🗓 Tanggal: Jumat, 27 Februari 2026 ⏰ Waktu: 13.30 WIB – selesai 🏫 Tempat: Zoom 👉 Daftar sekarang di sini: https://s.id/daftarSosialisasiP2MW2026
Ajak teman-temanmu juga ya! Siapa tahu ini jadi langkah awal kesuksesan bisnismu di masa depan.
Terus semangat dan sampai jumpa di P2MW 2026!
Contact Person : Nao +62 821-3214-3662 Vivi +62 895‑1268‑0813
Selamat dan semangat dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) yang akan berlangsung pada:
📌 UAS PTA 2025/2026: 9 – 21 Februari 2026
Momen ini menjadi kesempatan bagi Fikomers untuk mengukur pemahaman terhadap materi perkuliahan yang telah dipelajari. Persiapkan diri dengan matang, manfaatkan waktu sebaik mungkin, serta tetap jaga kesehatan agar seluruh rangkaian ujian dapat dijalani dengan lancar.
Tetap fokus, percaya diri, dan berikan yang terbaik.
Halo, Fikomers! Pernah merasa kosong, galau, kurang bersemangat, atau sulit kembali fokus setelah liburan panjang? Jika iya, bisa jadi kamu sedang mengalami Post Holiday Blues (PHB). Fenomena ini kerap muncul setelah momen liburan berakhir dan kita harus kembali menghadapi rutinitas sehari-hari.
PHB sering kali disalahartikan sebagai sekadar kelelahan fisik. Padahal, dari sudut pandang ilmu komunikasi, kondisi ini jauh lebih kompleks dan berkaitan erat dengan makna, ekspektasi, serta cara kita memaknai pengalaman liburan itu sendiri.
Liburan sebagai Simbol dan Harapan
Dalam perspektif komunikasi, liburan bukan hanya waktu istirahat, tetapi juga simbol kebebasan, kebahagiaan, dan pelarian dari tekanan rutinitas. Media sosial, cerita orang lain, hingga narasi populer tentang “liburan ideal” sering membentuk ekspektasi yang tinggi. Ketika liburan berakhir dan realitas kembali hadir, muncul jarak antara harapan (ekspektasi) dan kenyataan (rutinitas). Jarak inilah yang kerap memicu stres emosional, rasa hampa, bahkan kehilangan motivasi.
PHB sebagai Proses Komunikasi Emosional
Post Holiday Blues dapat dipahami sebagai bentuk disonansi makna, ketika perasaan bahagia yang dibangun selama liburan tidak lagi selaras dengan situasi setelahnya. Dalam kondisi ini, individu membutuhkan ruang untuk menafsirkan ulang pengalaman, emosi, dan peran sosialnya. Di sinilah komunikasi interpersonal memegang peranan penting. Obrolan dengan teman, keluarga, atau rekan kerja menjadi media untuk berbagi cerita, mengekspresikan emosi, serta menyusun kembali ekspektasi yang lebih realistis.
Obrolan sebagai Jembatan Pemulihan
Komunikasi yang terbuka dan empatik dapat menjadi jembatan untuk memulihkan keseimbangan emosional. Dengan berbicara, kita tidak hanya “mengeluarkan” perasaan, tetapi juga membangun makna baru: bahwa kembali ke rutinitas bukan akhir dari kebahagiaan, melainkan fase lain dari perjalanan hidup. Dalam konteks ini, kata-kata yang tepat, pendengar yang memahami, dan ruang aman untuk bercerita bisa sangat membantu proses adaptasi pascaliburan.
Galau Itu Normal, yang Penting Dipahami
Merasa galau setelah liburan adalah hal yang wajar dan manusiawi. Yang terpenting adalah bagaimana kita memahami fenomena ini, mengelola emosi secara sehat, dan menggunakan komunikasi sebagai alat untuk bangkit kembali. Dengan kesadaran dan komunikasi yang tepat, Post Holiday Blues bukan penghalang, melainkan transisi emosional menuju keseimbangan baru.
Yuk, pahami fenomenanya lebih dalam dan jadikan komunikasi sebagai teman terbaikmu dalam menghadapi perubahan suasana setelah liburan.
Halo, Fikomers! Perjalanan karier alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma (FIKOM UG) terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Dalam edisi FIKOM CAREER kali ini, mari mengenal Matahari Hanindiya, alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2019, yang kini berkarier sebagai Revenue Sales Associate (B2B) di Bobobox.
Peran Matahari di Bobobox menuntut kemampuan komunikasi yang kuat, terutama dalam membangun relasi bisnis dan menjaga kerja sama jangka panjang. Dalam aktivitas sehari-hari, ia berinteraksi dengan berbagai pihak, mulai dari tim internal, calon klien (leads), hingga partner, sehingga komunikasi yang jelas, terbuka, dan profesional menjadi faktor utama agar proses kerja berjalan lancar dan efektif.
Di dunia B2B (Business to Business), komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga tentang bagaimana memahami kebutuhan klien, membangun kepercayaan, serta menghadirkan solusi yang relevan sesuai tujuan kerja sama.
Selama menempuh studi di Universitas Gunadarma, Matahari mendapatkan berbagai bekal penting dari disiplin ilmu komunikasi yang ternyata sangat aplikatif di dunia profesional. Materi seperti:
Komunikasi strategis,
Event Management,
Crisis Management,
menjadi fondasi yang membantunya menghadapi tuntutan pekerjaan yang dinamis dan penuh tantangan.
Salah satu tantangan dalam pekerjaan Revenue Sales Associate (B2B) adalah menangani group booking dengan kebutuhan event yang beragam. Hal ini menuntut kemampuan untuk menyusun penawaran yang tepat, memahami permintaan klien secara detail, serta memberikan solusi yang fleksibel dan sesuai kebutuhan.
Ketepatan dalam menawarkan paket kerja sama, kemampuan negosiasi, hingga penyusunan strategi komunikasi yang persuasif menjadi aspek penting agar layanan yang diberikan tetap optimal dan memuaskan bagi klien.
Dalam dunia kerja, situasi tak terduga dapat muncul kapan saja, mulai dari perubahan jadwal, kebutuhan klien yang mendadak, hingga kendala operasional. Di sinilah kemampuan crisis management memainkan peran besar. Matahari harus mampu bersikap tenang, responsif, dan profesional agar masalah dapat ditangani dengan cepat tanpa mengganggu hubungan baik dengan klien maupun partner.
Kisah Matahari Hanindiya membuktikan bahwa lulusan FIKOM UG memiliki peluang luas untuk berkembang di berbagai industri, termasuk industri hospitality dan bisnis digital seperti Bobobox. Dengan keterampilan komunikasi, manajemen, dan kemampuan adaptasi, mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat mengambil peran strategis dalam pekerjaan yang berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis.
Selamat dan sukses untuk Matahari Hanindiya! Semoga perjalanan karier ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi FIKOM UG berikutnya untuk berani melangkah, beradaptasi, dan berprestasi di dunia profesional.
Mahasiswa perbaikan membuat dua tugas laporan penelitian kehumasan dengan ketentuan sebagai berikut:
Tugas dikumpulkan paling lambat pada hari Senin/ 28 April 2025 pukul 18.00 WIB.
Laporan analisis riset formatif terkait Kasus Pencatutan Nama Bapak Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama Sehubungan Dengan Produk Mie Instan ”Indomie”
Laporan analisis media konvensional terkait Kasus Pencatutan Nama Bapak Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama Sehubungan Dengan Produk Mie Instan ”Indomie”
Format Tugas:
Tugas dalam laporan dengan format word/ pdf dan PPT
Laporan format word/ pdf berisi laporan lengkap mengikuti sistematika penulisan yang sudah ditentukan.
Laporan format PPT adalah point-point yang diambil dari laporan lengkap word/ pdf yang telah dibuat.
Baca terlebih dahulu sistematika penulisan laporan di bawah ini:
TUGAS 1
Judul Tugas:
Laporan analisis riset formatif terkait Kasus Pencatutan Nama Bapak Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama Sehubungan Dengan Produk Mie Instan ”Indomie”
Instruksi Tugas:
Penelitian dilakukan dengan analisis framing sederhana dari berita berikut ini:
2.3 Teknik Pengumpulan Data: Dijelaskan berita mana yang peneliti ambil untuk analisis
2.4 Teknik Analisis Data
Bab III: Hasil penelitian
2.1 Hasil Analisis Framing
2.2 Pembahasan
Bab IV: Kesimpulan
TUGAS 2
Judul Tugas:
Laporan analisis media konvensional terkait Kasus Pencatutan Nama Bapak Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama Sehubungan Dengan Produk Mie Instan ”Indomie”
Instruksi Tugas:
Penelitian dilakukan dengan analisis tematik dari rekaman radio di Youtube berikut ini:
Dala Youtube tersebut silahkan Anda menganalisis terdapat berapa tema pembicaraan yang diangkat di rekaman radio tersebut. Kemudian tulis analisisnya dalam laporan
Laporan mencakup:
Bab I: Pendahuluan
1.1 Tujuan Penelitian
1.2 Kerangka Kerja Penelitian
Bab II: Metode Penelitian
2.1 Sumber Data
2.2 Daftar Media Konvensional
2.3 Jenis Media Konvensional
2.4 Teknik Pengumpulan Data
2.5 Teknik Analisis Data
Bab III: Hasil Penelitian
2.1 Tema 1 …. (diisi sesuai dengan tema yang peneliti temuka dalam rekaman media konvensional)
2.1.1 Sub Tema (penjelasan lebih lengkap mengenai tema yang dituliskan di atas)