Halo, Fikomers!
Kabar membanggakan kembali hadir dari lingkungan akademik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma. Segenap sivitas akademika FIKOM UG mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Nadinta Rafifah Suaib, S.I.Kom., M.I.Kom., Dosen dan Staf Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, atas keberhasilannya menyelesaikan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi dengan predikat cumlaude.
Pencapaian ini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik beliau sekaligus menunjukkan komitmen dalam mengembangkan kajian Ilmu Komunikasi yang responsif terhadap perubahan teknologi dan dinamika interaksi manusia di era Artificial Intelligence (AI).
MENGKAJI RELASI GENERASI Z DENGAN CHATGPT SEBAGAI AI COMPANION
Dalam perjalanan akademiknya, Dr. Nadinta Rafifah Suaib, S.I.Kom., M.I.Kom. berhasil mempertahankan disertasi berjudul:
“Negosiasi Makna Relasional dalam Hiperrealitas: Dialektika Wacana, Ideologi, dan Kuasa dalam Interaksi Generasi Z dengan ChatGPT sebagai AI Companion.”
Penelitian ini mengangkat fenomena kontemporer mengenai penggunaan Generative AI yang tidak lagi terbatas sebagai alat untuk mencari informasi atau membantu menyelesaikan pekerjaan. Dalam praktiknya, teknologi AI juga mulai digunakan sebagai ruang percakapan personal, tempat berbagi cerita, memperoleh respons, hingga memenuhi kebutuhan interaksi tertentu.
Fenomena tersebut membuka pertanyaan baru dalam kajian komunikasi: bagaimana manusia membangun dan memaknai sebuah relasi ketika pihak yang diajak berinteraksi bukan manusia, melainkan sistem kecerdasan buatan?
WACANA RELASIONAL DALAM INTERAKSI MANUSIA DAN AI
Penelitian Dr. Nadinta menemukan bahwa relasi Generasi Z dengan ChatGPT terbentuk melalui berbagai wacana relasional, antara lain antropomorfisme, keamanan psikologis, dan ketergantungan.
Antropomorfisme muncul ketika pengguna memberikan atau mempersepsikan karakteristik manusia pada AI dalam proses interaksi. Respons yang terasa personal, konsisten, dan komunikatif dapat membuat interaksi dengan AI dipersepsikan memiliki karakter relasional tertentu.
Pada saat yang sama, interaksi tersebut dapat menciptakan rasa aman bagi sebagian pengguna untuk menyampaikan pikiran atau pengalaman tertentu. Namun, intensitas penggunaan juga membuka ruang untuk memahami munculnya ketergantungan terhadap AI sebagai bagian dari dinamika hubungan manusia dengan teknologi.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi manusia dengan Generative AI telah berkembang menjadi fenomena yang semakin kompleks dan tidak dapat dipahami hanya dari aspek teknologinya.
ANTARA AUTHENTICITY DAN ARTIFICIALITY
Salah satu dinamika penting yang ditemukan dalam penelitian ini adalah adanya pertarungan wacana antara authenticity dan artificiality.
Di satu sisi, pengguna dapat merasakan pengalaman komunikasi yang bermakna melalui percakapan dengan AI. Di sisi lain, mereka tetap berhadapan dengan kesadaran bahwa respons tersebut dihasilkan oleh sistem teknologi dan bukan berasal dari manusia yang memiliki pengalaman serta kesadaran sebagaimana lawan bicara dalam hubungan interpersonal konvensional.
Dalam kondisi tersebut, pengguna tidak selalu menerima relasi dengan AI secara pasif. Penelitian ini menemukan adanya strategi countering, yaitu upaya pengguna untuk secara aktif menegosiasikan dan mempertahankan batas antara relasi yang dipersepsikan autentik dengan relasi yang disadari sebagai artifisial.
Dengan demikian, interaksi manusia dan AI menjadi ruang negosiasi makna yang terus berlangsung.
MODEL HYPERREAL RELATIONAL NEGOTIATION
Salah satu kontribusi utama dari disertasi ini adalah lahirnya model konseptual Hyperreal Relational Negotiation.
Model ini menjelaskan terbentuknya relasi bermakna antara manusia dan Generative AI yang tetap disadari sebagai sebuah simulasi, tetapi dimanfaatkan oleh pengguna untuk memenuhi kebutuhan psikososial tertentu.
Konsep tersebut menunjukkan adanya situasi yang menarik: pengguna dapat memahami bahwa AI bukan manusia, tetapi interaksi yang berlangsung tetap dapat memiliki makna bagi dirinya. Kesadaran terhadap sifat artifisial teknologi tidak serta-merta menghilangkan pengalaman relasional yang muncul selama proses komunikasi.
Model Hyperreal Relational Negotiation dengan demikian memberikan perspektif untuk memahami bagaimana makna relasional dibangun, dinegosiasikan, dan dipertahankan dalam interaksi manusia dengan Generative AI.
MEMPERLUAS KAJIAN ILMU KOMUNIKASI DI ERA GENERATIVE AI
Kehadiran Generative AI membawa perubahan terhadap cara manusia mencari informasi, bekerja, belajar, menciptakan konten, dan berkomunikasi. Perubahan tersebut sekaligus membuka berbagai wilayah baru bagi pengembangan kajian Ilmu Komunikasi.
Interaksi dengan AI menghadirkan pertanyaan mengenai makna hubungan, identitas, kepercayaan, autentisitas, kebutuhan psikososial, hingga batas antara komunikasi manusia dan komunikasi yang dimediasi teknologi.
Penelitian Dr. Nadinta menunjukkan bahwa Ilmu Komunikasi memiliki peran penting dalam membaca perubahan tersebut, tidak hanya dengan melihat apa yang dapat dilakukan oleh teknologi, tetapi juga memahami bagaimana manusia memberikan makna terhadap teknologi dan bagaimana teknologi kemudian hadir dalam kehidupan sosial mereka.
Kajian semacam ini menjadi semakin relevan seiring dengan semakin luasnya penggunaan Artificial Intelligence dalam kehidupan sehari-hari.
RISET KOMUNIKASI YANG RESPONSIF TERHADAP PERUBAHAN ZAMAN
Perkembangan teknologi akan terus menghadirkan bentuk-bentuk interaksi baru. Karena itu, penelitian komunikasi juga perlu terus berkembang untuk memahami konsekuensi sosial, budaya, dan relasional yang menyertainya.
Kajian mengenai Generasi Z dan AI Companion menjadi salah satu contoh bagaimana fenomena komunikasi kontemporer dapat dikembangkan menjadi penelitian akademik yang memberikan perspektif baru terhadap hubungan manusia dan teknologi.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian Dr. Nadinta Rafifah Suaib, S.I.Kom., M.I.Kom.
Semoga gelar doktor yang diraih menjadi awal bagi lahirnya semakin banyak penelitian, publikasi, serta karya akademik yang memperkaya kajian komunikasi, khususnya mengenai manusia, media, teknologi, dan Artificial Intelligence.
Selamat dan sukses, Dr. Nadinta Rafifah Suaib, S.I.Kom., M.I.Kom.!
Semoga terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, menginspirasi sivitas akademika, dan memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi perkembangan Ilmu Komunikasi dan masyarakat.
