FIKOM FUN FACT: ARTEFAK SEBAGAI BAHASA DIAM YANG MENCERITAKAN IDENTITASMU
Halo, Fikomers!
Tahukah kamu bahwa dalam ilmu komunikasi, benda-benda yang kamu gunakan sehari-hari, seperti handphone, warna jaket, tas, sepatu, hingga aksesori kecil, sebenarnya menyampaikan pesan tanpa perlu satu kata pun terucap?
Fenomena ini dikenal sebagai artefak, yaitu bentuk komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan objek atau benda yang melekat pada diri seseorang. Artefak menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai “kode estetika”, yakni sistem tanda yang membentuk kesan tentang siapa diri kita di mata orang lain.


Benda Sebagai Representasi Identitas
Pilihan warna pakaian, model sepatu, jenis gadget, hingga desain tas yang kamu pakai dapat memberi petunjuk tentang:
- gaya hidup,
- minat dan hobi,
- nilai yang kamu anut,
- bahkan suasana hati saat itu.
Misalnya, seseorang yang mengenakan pakaian formal mungkin ingin membangun kesan profesional. Sementara pemilihan warna cerah bisa diasosiasikan dengan kepribadian yang ekspresif atau optimis.
Tanpa disadari, setiap pilihan benda yang kita gunakan menjadi bagian dari komunikasi identitas.
Membaca Artefak Bukan untuk Menghakimi
Namun, penting untuk diingat bahwa membaca artefak bukan berarti memberi label atau menghakimi seseorang. Makna yang kita tangkap dari artefak bersifat interpretatif dan kontekstual, artinya, hanya berupa perkiraan, bukan kebenaran mutlak.
Kesalahan dalam menafsirkan artefak bisa memicu stereotip dan prasangka yang berlebihan. Karena itu, dalam perspektif ilmu komunikasi, memahami artefak adalah tentang membaca tanda dengan empati dan kesadaran kritis, bukan sekadar menilai dari tampilan luar.
Bijak dalam Menafsirkan dan Menampilkan Diri
Sebagai mahasiswa komunikasi, penting bagi Fikomers untuk menyadari bahwa penampilan dan benda yang kita gunakan adalah bagian dari pesan yang kita kirimkan ke lingkungan sekitar. Di saat yang sama, kita juga perlu bijak dalam menafsirkan pesan dari orang lain.
Karena dalam komunikasi, makna selalu dibentuk melalui interaksi, bukan hanya dari apa yang terlihat, tetapi juga dari konteks dan hubungan sosialnya.
Jadi, Fikomers, benda apa yang paling mewakili dirimu saat ini?
Coba refleksikan, mungkin tanpa sadar, kamu sudah “berbicara” melalui artefakmu setiap hari.


















