STRATEGI SUKSES MENEMBUS DUNIA MARKETING: BELAJAR DARI PRAKTISI INDUSTRI
Halo, Fikomers!
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menghadirkan sesi inspiratif bersama Ahmad Bachtiar Rifai, GM Marketing tvOne dalam sebuah forum berbagi wawasan mengenai dinamika dan tuntutan dunia marketing saat ini. Sesi ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memahami kompetensi yang dibutuhkan agar mampu bersaing di industri yang semakin kompetitif dan berbasis data.
1. Mampu Membaca dan Menganalisis Data
Di era digital, marketing tidak lagi sekadar soal kreativitas, tetapi juga tentang data-driven strategy. Profesional komunikasi dituntut mampu membaca tren pasar, memahami perilaku audiens, serta menganalisis performa kampanye secara terukur.
Kemampuan ini menjadi fondasi dalam merancang strategi komunikasi yang efektif dan berdampak nyata bagi pertumbuhan bisnis.
2. Menghadirkan Karya yang Autentik dan Orisinal
Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi mampu menciptakan nilai unik. Kreativitas yang autentik dan orisinal menjadi pembeda di tengah arus konten digital yang sangat cepat.
Ahmad Bachtiar Rifai menekankan pentingnya membangun identitas dan gagasan yang kuat agar mampu menghadirkan komunikasi yang relevan dan dipercaya publik.
3. Kolaborasi Lintas Unit di Era Industri Inklusif
Dunia marketing saat ini sangat kolaboratif. Seorang profesional harus mampu bekerja sama dengan berbagai divisi, mulai dari tim kreatif, sales, digital, hingga manajemen, agar strategi yang dirancang dapat berjalan terintegrasi dan optimal.
Kemampuan komunikasi interpersonal serta koordinasi lintas fungsi menjadi kunci dalam membangun ekosistem kerja yang efektif.
Bangun Portofolio dan Tetap “Stay Hungry”
Tak kalah penting, membangun portofolio melalui media sosial dan platform profesional menjadi langkah strategis dalam menunjukkan kompetensi. Prinsip “stay hungry” selalu haus akan pengetahuan baru, menjadi sikap yang harus dijaga agar tetap adaptif dan relevan menghadapi perubahan industri yang cepat.
Saatnya terus mengasah kemampuan, memperluas perspektif, dan memperkuat kualitas sebagai insan komunikasi yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.

















