Dalam rangka menyelaraskan strategi pembelajaran serta meningkatkan kualitas akademik, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menyelenggarakan Rapat Koordinasi bagi seluruh Dosen Pengampu Ilmu Komunikasi Gunadarma. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk evaluasi perkuliahan, penguatan sinergi, serta penyamaan persepsi dalam pelaksanaan kegiatan akademik semester berjalan.
🗓 Sabtu, 28 Februari 2026 ⏰ 13.30 WIB 💻 Via Zoom Meeting
Diharapkan seluruh dosen pengampu dapat hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Mari bersama membangun komitmen demi pembelajaran yang unggul, adaptif, dan berdampak.
Halo, Fikomers! Istilah job hopping semakin sering terdengar, khususnya di kalangan Generasi Z. Fenomena berpindah pekerjaan dalam rentang waktu relatif singkat—sekitar 1–2 tahun—sering kali memunculkan perdebatan: apakah ini bentuk ketidakloyalan, atau justru strategi karier yang adaptif?
Dalam perspektif ilmu komunikasi organisasi dan motivasi kerja, fenomena ini dapat dijelaskan melalui Teori Two Factor Herzberg.
Dua Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Menurut Herzberg, terdapat dua kelompok faktor yang memengaruhi kepuasan dan motivasi seseorang dalam bekerja:
Faktor Intrinsik (Motivator)
Faktor ini berkaitan dengan aspek internal yang memberikan makna dan kepuasan mendalam terhadap pekerjaan, seperti:
kebutuhan untuk berkembang,
rasa memiliki tanggung jawab,
pencapaian dan pengakuan,
serta makna kerja itu sendiri.
Bagi banyak Gen Z, pekerjaan bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga ruang aktualisasi diri dan pertumbuhan personal.
Faktor Ekstrinsik (Hygiene Factors)
Faktor ini berhubungan dengan lingkungan kerja, seperti:
budaya kerja yang fleksibel,
relasi tim yang suportif,
sistem kompensasi dan gaji,
serta peluang promosi dan pengembangan karier.
Ketika faktor-faktor ini tidak terpenuhi, kepuasan kerja menurun, sehingga muncul dorongan untuk mencari lingkungan baru yang lebih sesuai.
Job Hopping: Tren atau Strategi?
Bagi Gen Z, job hopping sering dipandang bukan sekadar tren, melainkan strategi untuk:
mempercepat perkembangan karier,
memperluas pengalaman profesional,
serta menemukan lingkungan kerja yang selaras dengan nilai dan tujuan pribadi.
Namun demikian, keputusan berpindah kerja dalam waktu singkat juga memiliki risiko, seperti proses adaptasi ulang, tantangan membangun reputasi jangka panjang, hingga stigma terkait loyalitas.
Keputusan yang Berbasis Tujuan
Dalam perspektif komunikasi, keputusan karier merupakan bagian dari konstruksi identitas profesional. Selama didasarkan pada tujuan yang jelas, refleksi yang matang, dan strategi yang terukur, job hopping dapat menjadi langkah rasional dalam perjalanan karier.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana generasi muda memaknai pekerjaan secara berbeda, lebih dinamis, fleksibel, dan berorientasi pada pertumbuhan.
Jadi, Fikomers, menurutmu job hopping lebih tepat disebut tren atau strategi? Yuk, pahami fenomena komunikasi ini lewat lensa teori agar kita tidak sekadar menilai, tetapi juga memahami.
Hai Mahasiswa Gunadarma! 👋✨ Punya ide usaha keren tapi bingung mulai dari mana? Ingin bisnis kamu scale up, dapat modal & bimbingan langsung dari ahlinya?
Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 hadir buat kamu yang ingin mewujudkan ide usahanya jadi kenyataan!Program ini adalah kesempatan besar untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sambil menguatkan pondasi bisnis kamu dari nol sampai siap bersaing!
Jadi saatnya kalian untuk ikut sosialisasinya dan isi Link pendaftaran dibawah ini ya!
🗓 Tanggal: Jumat, 27 Februari 2026 ⏰ Waktu: 13.30 WIB – selesai 🏫 Tempat: Zoom 👉 Daftar sekarang di sini: https://s.id/daftarSosialisasiP2MW2026
Ajak teman-temanmu juga ya! Siapa tahu ini jadi langkah awal kesuksesan bisnismu di masa depan.
Terus semangat dan sampai jumpa di P2MW 2026!
Contact Person : Nao +62 821-3214-3662 Vivi +62 895‑1268‑0813
Halo, Fikomers! Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menghadirkan sesi inspiratif bersama Ahmad Bachtiar Rifai, GM Marketing tvOne dalam sebuah forum berbagi wawasan mengenai dinamika dan tuntutan dunia marketing saat ini. Sesi ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memahami kompetensi yang dibutuhkan agar mampu bersaing di industri yang semakin kompetitif dan berbasis data.
1. Mampu Membaca dan Menganalisis Data
Di era digital, marketing tidak lagi sekadar soal kreativitas, tetapi juga tentang data-driven strategy. Profesional komunikasi dituntut mampu membaca tren pasar, memahami perilaku audiens, serta menganalisis performa kampanye secara terukur. Kemampuan ini menjadi fondasi dalam merancang strategi komunikasi yang efektif dan berdampak nyata bagi pertumbuhan bisnis.
2. Menghadirkan Karya yang Autentik dan Orisinal
Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi mampu menciptakan nilai unik. Kreativitas yang autentik dan orisinal menjadi pembeda di tengah arus konten digital yang sangat cepat. Ahmad Bachtiar Rifai menekankan pentingnya membangun identitas dan gagasan yang kuat agar mampu menghadirkan komunikasi yang relevan dan dipercaya publik.
3. Kolaborasi Lintas Unit di Era Industri Inklusif
Dunia marketing saat ini sangat kolaboratif. Seorang profesional harus mampu bekerja sama dengan berbagai divisi, mulai dari tim kreatif, sales, digital, hingga manajemen, agar strategi yang dirancang dapat berjalan terintegrasi dan optimal. Kemampuan komunikasi interpersonal serta koordinasi lintas fungsi menjadi kunci dalam membangun ekosistem kerja yang efektif.
Bangun Portofolio dan Tetap “Stay Hungry”
Tak kalah penting, membangun portofolio melalui media sosial dan platform profesional menjadi langkah strategis dalam menunjukkan kompetensi. Prinsip “stay hungry” selalu haus akan pengetahuan baru, menjadi sikap yang harus dijaga agar tetap adaptif dan relevan menghadapi perubahan industri yang cepat.
Saatnya terus mengasah kemampuan, memperluas perspektif, dan memperkuat kualitas sebagai insan komunikasi yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Hai, Fikomers. Keluarga Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma (FIKOM UG) mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1 Ramadan 1447 H kepada seluruh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika yang menjalankannya.
Bulan suci Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga ruang refleksi mendalam, baik secara spiritual maupun intelektual. Di tengah aktivitas akademik dan dinamika kehidupan kampus, Ramadan mengajak kita untuk menata kembali niat, memperkuat integritas, serta memperdalam makna dari setiap proses belajar yang kita jalani.
Ramadan sebagai Refleksi Intelektual dan Spiritual
Sebagai insan akademik, Ramadan dapat menjadi pengingat bahwa ilmu tidak hanya untuk dipahami, tetapi juga untuk diamalkan dengan keikhlasan dan tanggung jawab. Nilai-nilai seperti kesabaran, konsistensi, kejujuran, serta kepedulian sosial merupakan bagian dari karakter yang dibentuk melalui ibadah dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Puasa mengajarkan pengendalian diri, ketekunan dalam menjalani proses, dan empati terhadap sesama, nilai-nilai yang juga relevan dalam kehidupan akademik dan profesional.
Belajar, Berkarya, dan Berdampak
Mari jadikan setiap aktivitas perkuliahan, penelitian, diskusi, dan pengabdian sebagai bagian dari ibadah. Setiap karya, ide, dan kontribusi yang lahir dari niat baik akan menjadi bagian dari semangat Kampus Berdampak, kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan cerdas, tetapi juga berintegritas dan peduli.
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kolaborasi, memperdalam makna kebersamaan, serta menumbuhkan energi positif dalam komunitas akademik FIKOM UG.
Harapan di Bulan Penuh Berkah
Semoga Ramadan 1447 H membawa keberkahan, kedamaian, dan semangat baru untuk terus tumbuh bersama. Semoga setiap langkah kita dalam menuntut ilmu dan berkontribusi bagi masyarakat senantiasa dilandasi keikhlasan dan nilai kebaikan.
Marhaban ya Ramadan 1447 H. Semoga bulan suci ini menjadi perjalanan yang memperkaya hati, pikiran, dan tindakan kita semua, Fikomers.
Halo, Fikomers! Tahun Baru Imlek merupakan momen istimewa yang sarat dengan makna kebersamaan, harapan, dan awal yang baru. Perayaan ini tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga simbol refleksi dan pembaruan diri dalam menyambut perjalanan di tahun yang akan datang.
Makna Awal yang Baru
Imlek identik dengan semangat untuk meninggalkan hal-hal kurang baik di masa lalu dan membuka lembaran baru dengan optimisme. Nilai-nilai seperti kerja keras, keharmonisan, rasa syukur, dan kebersamaan menjadi inti dari perayaan ini. Di tengah dinamika kehidupan akademik dan aktivitas sehari-hari, Imlek mengajak kita untuk sejenak berhenti, merenung, dan menata kembali tujuan serta harapan.
Kebersamaan dan Energi Positif
Perayaan Imlek juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan, baik dengan keluarga, sahabat, maupun komunitas kampus. Berbagi kebahagiaan dan saling mendoakan menjadi bentuk sederhana namun bermakna dalam membangun solidaritas dan keharmonisan.
Semangat kebersamaan ini selaras dengan nilai yang dijunjung tinggi oleh keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma: saling menghargai, inklusif dalam keberagaman, dan tumbuh bersama dalam lingkungan akademik yang positif.
Harapan untuk Tahun yang Lebih Baik
Semoga Tahun Baru Imlek 2026 membawa kebahagiaan, kesehatan, keberuntungan, dan semangat baru dalam setiap langkah kita. Mari jadikan momen ini sebagai awal untuk menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih semangat belajar, serta terus berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
🏮 Gong Xi Fa Cai! Xin Nian Kuai Le! 🧧 Semoga tahun ini penuh keberkahan dan kesuksesan bagi kita semua, Fikomers.
Halo, Fikomers! Tahukah kamu bahwa dalam ilmu komunikasi, benda-benda yang kamu gunakan sehari-hari, seperti handphone, warna jaket, tas, sepatu, hingga aksesori kecil, sebenarnya menyampaikan pesan tanpa perlu satu kata pun terucap?
Fenomena ini dikenal sebagai artefak, yaitu bentuk komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan objek atau benda yang melekat pada diri seseorang. Artefak menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai “kode estetika”, yakni sistem tanda yang membentuk kesan tentang siapa diri kita di mata orang lain.
Benda Sebagai Representasi Identitas
Pilihan warna pakaian, model sepatu, jenis gadget, hingga desain tas yang kamu pakai dapat memberi petunjuk tentang:
gaya hidup,
minat dan hobi,
nilai yang kamu anut,
bahkan suasana hati saat itu.
Misalnya, seseorang yang mengenakan pakaian formal mungkin ingin membangun kesan profesional. Sementara pemilihan warna cerah bisa diasosiasikan dengan kepribadian yang ekspresif atau optimis.
Tanpa disadari, setiap pilihan benda yang kita gunakan menjadi bagian dari komunikasi identitas.
Membaca Artefak Bukan untuk Menghakimi
Namun, penting untuk diingat bahwa membaca artefak bukan berarti memberi label atau menghakimi seseorang. Makna yang kita tangkap dari artefak bersifat interpretatif dan kontekstual, artinya, hanya berupa perkiraan, bukan kebenaran mutlak.
Kesalahan dalam menafsirkan artefak bisa memicu stereotip dan prasangka yang berlebihan. Karena itu, dalam perspektif ilmu komunikasi, memahami artefak adalah tentang membaca tanda dengan empati dan kesadaran kritis, bukan sekadar menilai dari tampilan luar.
Bijak dalam Menafsirkan dan Menampilkan Diri
Sebagai mahasiswa komunikasi, penting bagi Fikomers untuk menyadari bahwa penampilan dan benda yang kita gunakan adalah bagian dari pesan yang kita kirimkan ke lingkungan sekitar. Di saat yang sama, kita juga perlu bijak dalam menafsirkan pesan dari orang lain.
Karena dalam komunikasi, makna selalu dibentuk melalui interaksi, bukan hanya dari apa yang terlihat, tetapi juga dari konteks dan hubungan sosialnya.
Jadi, Fikomers, benda apa yang paling mewakili dirimu saat ini? Coba refleksikan, mungkin tanpa sadar, kamu sudah “berbicara” melalui artefakmu setiap hari.
Halo, Fikomers! Kabar membanggakan datang dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Kampus Kabupaten Penajam Paser Utara, yang kini resmi terakreditasi oleh LAMSPAK. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan mutu pendidikan tinggi Ilmu Komunikasi di lingkungan Universitas Gunadarma.
Komitmen Mutu dan Relevansi Pendidikan
Akreditasi ini mencerminkan komitmen Universitas Gunadarma dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan industri serta perkembangan teknologi. Proses akreditasi yang dilalui menegaskan kesesuaian kurikulum, kualitas sumber daya manusia, tata kelola, serta dukungan sarana-prasarana dalam menunjang proses pembelajaran yang unggul.
Apresiasi untuk Seluruh Pihak
Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama dan dedikasi banyak pihak. Ucapan terima kasih disampaikan kepada pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, tim akreditasi, mahasiswa, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan. Sinergi ini menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas berkelanjutan.
Motivasi untuk Terus Berinovasi
Dengan diraihnya akreditasi LAMSPAK, Program Studi Ilmu Komunikasi Kampus Penajam Paser Utara diharapkan terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran berbasis praktik, dan kolaborasi dengan industri, sehingga mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
Selamat dan sukses atas pencapaian ini. Semoga menjadi motivasi untuk terus melangkah maju dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
Halo, Fikomers! Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan Kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi dengan tema “Bincang Karier Profesional Ilmu Komunikasi bersama Industri.” Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa kurikulum Ilmu Komunikasi tetap adaptif, relevan, dan selaras dengan perkembangan industri serta kebutuhan dunia kerja di era digital.
Menjembatani Dunia Akademik dan Industri
FGD Peninjauan Kurikulum dirancang sebagai ruang dialog konstruktif antara akademisi dan praktisi industri. Melalui forum ini, Program Studi Ilmu Komunikasi memperoleh masukan langsung mengenai:
kompetensi utama yang dibutuhkan lulusan Ilmu Komunikasi,
perkembangan tren dan tuntutan industri komunikasi,
serta keterampilan praktis dan soft skills yang harus diperkuat dalam kurikulum.
Keterlibatan praktisi dari berbagai sektor industri diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik dan membantu merumuskan kurikulum yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan berorientasi masa depan.
Kurikulum yang Relevan dan Berdaya Saing
Peninjauan kurikulum ini merupakan bagian dari komitmen FIKOM UG untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan. Dengan memperhatikan masukan industri, kurikulum Ilmu Komunikasi diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja.
Informasi Kegiatan
FGD Peninjauan Kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi dilaksanakan pada: 🗓 Rabu, 11 Februari 2026 ⏰ 09.00 – 16.00 WIB 📍 Auditorium Kampus F6 Universitas Gunadarma
Menuju Lulusan Ilmu Komunikasi yang Kompeten
Melalui kegiatan ini, FIKOM UG berharap dapat memperkuat sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan industri, sekaligus mendukung pengembangan lulusan Ilmu Komunikasi yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
FGD ini menjadi bukti nyata komitmen FIKOM UG dalam menghadirkan pendidikan komunikasi yang responsif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan profesional.
Selamat dan semangat dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) yang akan berlangsung pada:
📌 UAS PTA 2025/2026: 9 – 21 Februari 2026
Momen ini menjadi kesempatan bagi Fikomers untuk mengukur pemahaman terhadap materi perkuliahan yang telah dipelajari. Persiapkan diri dengan matang, manfaatkan waktu sebaik mungkin, serta tetap jaga kesehatan agar seluruh rangkaian ujian dapat dijalani dengan lancar.
Tetap fokus, percaya diri, dan berikan yang terbaik.