Selamat dan semangat dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) yang akan berlangsung pada:
📌 UAS PTA 2025/2026: 9 – 21 Februari 2026
Momen ini menjadi kesempatan bagi Fikomers untuk mengukur pemahaman terhadap materi perkuliahan yang telah dipelajari. Persiapkan diri dengan matang, manfaatkan waktu sebaik mungkin, serta tetap jaga kesehatan agar seluruh rangkaian ujian dapat dijalani dengan lancar.
Tetap fokus, percaya diri, dan berikan yang terbaik.
Halo, Fikomers! Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma (FIKOM UG) turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ASPIKOM Koordinator Wilayah Jabodetabek yang diselenggarakan pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Aula Mashudi, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Budaya, dan Ilmu Komunikasi (FISIB), Universitas Pakuan, Bogor.
Momentum Strategis Kolaborasi Antarperguruan Tinggi
Rakerwil ASPIKOM Korwil Jabodetabek menjadi forum strategis bagi para pimpinan dan perwakilan program studi Ilmu Komunikasi untuk menyatukan visi dan langkah kelembagaan. Kegiatan ini membahas berbagai agenda penting terkait dinamika pendidikan komunikasi, tantangan transformasi digital, penguatan kurikulum, serta peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi.
Diskusi dan perumusan program kerja yang dilakukan diharapkan mampu memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi di wilayah Jabodetabek, sekaligus mendorong peran aktif institusi pendidikan dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan industri komunikasi yang terus berkembang.
Komitmen FIKOM UG dalam Peningkatan Mutu Akademik
Pada kegiatan ini, FIKOM UG diwakili oleh Dr. Kiayati Yusriyah, M.M., M.I.Kom. Kehadiran perwakilan FIKOM UG merupakan wujud komitmen institusional dalam mendukung penguatan organisasi profesi dan peningkatan kualitas akademik di bidang ilmu komunikasi.
Melalui partisipasi aktif dalam forum ASPIKOM, FIKOM UG terus berupaya mengambil peran strategis dalam pengembangan keilmuan, pertukaran gagasan, serta sinergi program yang berorientasi pada kemajuan pendidikan komunikasi Indonesia.
Menuju Pendidikan Komunikasi yang Adaptif dan Kolaboratif
Keterlibatan FIKOM UG dalam Rakerwil ASPIKOM Korwil Jabodetabek diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah kolaboratif ke depan, baik dalam pengembangan kurikulum, riset bersama, maupun kegiatan akademik lintas institusi. Sinergi ini menjadi kunci untuk menciptakan pendidikan komunikasi yang adaptif, relevan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
FIKOM UG berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam forum-forum strategis demi kemajuan ilmu komunikasi dan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Halo, Fikomers! Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menyampaikan selamat menempuh Ujian Utama Periode PTA 2025/2026 kepada seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan evaluasi akademik pada jadwal berikut:
Ujian Utama: 2–7 Februari 2026
Momen Evaluasi dan Pembuktian Diri
Ujian Utama merupakan salah satu tahapan penting dalam proses akademik. Momen ini menjadi kesempatan bagi Fikomers untuk mengukur pemahaman, ketekunan, serta kemampuan analitis terhadap seluruh materi perkuliahan yang telah dipelajari selama satu periode pembelajaran.
Lebih dari sekadar penilaian, ujian ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan mental dalam menghadapi tantangan akademik.
Persiapan yang Matang, Hasil yang Optimal
Kami mengimbau seluruh Fikomers untuk:
mempersiapkan diri dengan baik dan terstruktur,
memanfaatkan waktu belajar secara efektif,
menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa ujian,
serta mematuhi seluruh ketentuan dan tata tertib ujian yang berlaku.
Keseimbangan antara persiapan akademik dan kondisi tubuh yang prima akan sangat membantu kelancaran selama rangkaian ujian berlangsung.
Tetap Fokus dan Percaya Diri
Hadapilah setiap ujian dengan tenang, fokus, dan penuh percaya diri. Yakini bahwa usaha dan proses belajar yang telah dijalani merupakan bekal berharga untuk memberikan hasil terbaik.
FIKOM UG percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi dan kemampuan untuk melewati tahap ini dengan baik.
Semangat dan sukses selalu untuk seluruh Fikomers! Semoga Ujian Utama PTA 2025/2026 dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang terbaik bagi perjalanan akademik kalian.
Halo, Fikomers! Pernah merasa kosong, galau, kurang bersemangat, atau sulit kembali fokus setelah liburan panjang? Jika iya, bisa jadi kamu sedang mengalami Post Holiday Blues (PHB). Fenomena ini kerap muncul setelah momen liburan berakhir dan kita harus kembali menghadapi rutinitas sehari-hari.
PHB sering kali disalahartikan sebagai sekadar kelelahan fisik. Padahal, dari sudut pandang ilmu komunikasi, kondisi ini jauh lebih kompleks dan berkaitan erat dengan makna, ekspektasi, serta cara kita memaknai pengalaman liburan itu sendiri.
Liburan sebagai Simbol dan Harapan
Dalam perspektif komunikasi, liburan bukan hanya waktu istirahat, tetapi juga simbol kebebasan, kebahagiaan, dan pelarian dari tekanan rutinitas. Media sosial, cerita orang lain, hingga narasi populer tentang “liburan ideal” sering membentuk ekspektasi yang tinggi. Ketika liburan berakhir dan realitas kembali hadir, muncul jarak antara harapan (ekspektasi) dan kenyataan (rutinitas). Jarak inilah yang kerap memicu stres emosional, rasa hampa, bahkan kehilangan motivasi.
PHB sebagai Proses Komunikasi Emosional
Post Holiday Blues dapat dipahami sebagai bentuk disonansi makna, ketika perasaan bahagia yang dibangun selama liburan tidak lagi selaras dengan situasi setelahnya. Dalam kondisi ini, individu membutuhkan ruang untuk menafsirkan ulang pengalaman, emosi, dan peran sosialnya. Di sinilah komunikasi interpersonal memegang peranan penting. Obrolan dengan teman, keluarga, atau rekan kerja menjadi media untuk berbagi cerita, mengekspresikan emosi, serta menyusun kembali ekspektasi yang lebih realistis.
Obrolan sebagai Jembatan Pemulihan
Komunikasi yang terbuka dan empatik dapat menjadi jembatan untuk memulihkan keseimbangan emosional. Dengan berbicara, kita tidak hanya “mengeluarkan” perasaan, tetapi juga membangun makna baru: bahwa kembali ke rutinitas bukan akhir dari kebahagiaan, melainkan fase lain dari perjalanan hidup. Dalam konteks ini, kata-kata yang tepat, pendengar yang memahami, dan ruang aman untuk bercerita bisa sangat membantu proses adaptasi pascaliburan.
Galau Itu Normal, yang Penting Dipahami
Merasa galau setelah liburan adalah hal yang wajar dan manusiawi. Yang terpenting adalah bagaimana kita memahami fenomena ini, mengelola emosi secara sehat, dan menggunakan komunikasi sebagai alat untuk bangkit kembali. Dengan kesadaran dan komunikasi yang tepat, Post Holiday Blues bukan penghalang, melainkan transisi emosional menuju keseimbangan baru.
Yuk, pahami fenomenanya lebih dalam dan jadikan komunikasi sebagai teman terbaikmu dalam menghadapi perubahan suasana setelah liburan.
Halo, Fikomers! Tahukah kamu bahwa dalam komunikasi tatap muka, kata-kata bukanlah satu-satunya penentu makna pesan? Bahkan, kata-kata justru hanya mengambil porsi kecil dalam keseluruhan proses komunikasi.
Berdasarkan penelitian Albert Mehrabian, komunikasi manusia dipengaruhi oleh tiga unsur utama, yaitu:
7% berasal dari kata-kata (verbal),
38% dari intonasi dan nada suara (vokal),
55% dari bahasa tubuh (nonverbal).
Temuan ini menunjukkan bahwa cara kita berbicara dan bersikap sering kali lebih menentukan daripada apa yang kita ucapkan.
Ketika Tubuh “Berbicara” Lebih Jujur
Gestur tangan, ekspresi wajah, postur tubuh, hingga kontak mata memainkan peran penting dalam menyampaikan makna sebenarnya. Saat pesan verbal tidak sejalan dengan bahasa tubuh, orang cenderung lebih mempercayai sinyal nonverbal yang terlihat. Inilah alasan mengapa seseorang bisa terlihat tidak yakin, tidak tulus, atau justru sangat percaya diri, meskipun kata-katanya terdengar netral.
Pentingnya Bahasa Tubuh dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemahaman terhadap bahasa tubuh membantu kita:
menjadi komunikator yang lebih peka dan empatik,
menyampaikan pesan dengan lebih jujur dan meyakinkan,
menghindari kesalahpahaman dalam interaksi sosial,
serta meningkatkan efektivitas komunikasi di kelas, organisasi, maupun dunia kerja.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, keterampilan membaca dan menggunakan bahasa tubuh bukan sekadar pelengkap, melainkan kompetensi penting dalam membangun hubungan dan menyampaikan pesan secara utuh.
Yuk, Lebih Sadar dalam Berkomunikasi
Mulai sekarang, perhatikan tidak hanya apa yang kamu katakan, tetapi juga bagaimana tubuhmu menyampaikannya. Karena dalam komunikasi, pesan yang paling kuat sering kali justru tidak terucap.
FIKOM FUN FACT — Belajar komunikasi bisa seru, apalagi kalau kamu paham bahasa tubuh!
Halo, Fikomers! Perjalanan karier alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma (FIKOM UG) terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Dalam edisi FIKOM CAREER kali ini, mari mengenal Matahari Hanindiya, alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2019, yang kini berkarier sebagai Revenue Sales Associate (B2B) di Bobobox.
Peran Matahari di Bobobox menuntut kemampuan komunikasi yang kuat, terutama dalam membangun relasi bisnis dan menjaga kerja sama jangka panjang. Dalam aktivitas sehari-hari, ia berinteraksi dengan berbagai pihak, mulai dari tim internal, calon klien (leads), hingga partner, sehingga komunikasi yang jelas, terbuka, dan profesional menjadi faktor utama agar proses kerja berjalan lancar dan efektif.
Di dunia B2B (Business to Business), komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga tentang bagaimana memahami kebutuhan klien, membangun kepercayaan, serta menghadirkan solusi yang relevan sesuai tujuan kerja sama.
Selama menempuh studi di Universitas Gunadarma, Matahari mendapatkan berbagai bekal penting dari disiplin ilmu komunikasi yang ternyata sangat aplikatif di dunia profesional. Materi seperti:
Komunikasi strategis,
Event Management,
Crisis Management,
menjadi fondasi yang membantunya menghadapi tuntutan pekerjaan yang dinamis dan penuh tantangan.
Salah satu tantangan dalam pekerjaan Revenue Sales Associate (B2B) adalah menangani group booking dengan kebutuhan event yang beragam. Hal ini menuntut kemampuan untuk menyusun penawaran yang tepat, memahami permintaan klien secara detail, serta memberikan solusi yang fleksibel dan sesuai kebutuhan.
Ketepatan dalam menawarkan paket kerja sama, kemampuan negosiasi, hingga penyusunan strategi komunikasi yang persuasif menjadi aspek penting agar layanan yang diberikan tetap optimal dan memuaskan bagi klien.
Dalam dunia kerja, situasi tak terduga dapat muncul kapan saja, mulai dari perubahan jadwal, kebutuhan klien yang mendadak, hingga kendala operasional. Di sinilah kemampuan crisis management memainkan peran besar. Matahari harus mampu bersikap tenang, responsif, dan profesional agar masalah dapat ditangani dengan cepat tanpa mengganggu hubungan baik dengan klien maupun partner.
Kisah Matahari Hanindiya membuktikan bahwa lulusan FIKOM UG memiliki peluang luas untuk berkembang di berbagai industri, termasuk industri hospitality dan bisnis digital seperti Bobobox. Dengan keterampilan komunikasi, manajemen, dan kemampuan adaptasi, mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat mengambil peran strategis dalam pekerjaan yang berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis.
Selamat dan sukses untuk Matahari Hanindiya! Semoga perjalanan karier ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi FIKOM UG berikutnya untuk berani melangkah, beradaptasi, dan berprestasi di dunia profesional.
Halo, Fikomers! Tahun 2025 telah memberikan banyak cerita, tentang proses, perjalanan, tantangan, dan pencapaian yang kita lalui bersama sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma. Terima kasih untuk setiap usaha, kontribusi, dan semangat yang telah mengiringi langkah kita sepanjang tahun ini.
Menyambut 2026 dengan Pikiran Terbuka dan Semangat Baru
Kini, saatnya menyambut Tahun Baru 2026 dengan optimisme. Tahun baru membawa kesempatan untuk:
membuka lembaran baru,
menghadirkan energi positif,
memperkuat komitmen dalam belajar, berkarya, dan berkolaborasi,
serta menumbuhkan keberanian untuk mencoba hal-hal baru.
Dengan pikiran yang lebih terbuka dan kepercayaan diri yang semakin kuat, kita dapat menjalani setiap peran baik sebagai mahasiswa, pendidik, maupun bagian dari masyarakat dengan lebih bermakna.
Momentum untuk Berkembang dan Memberi Kontribusi
Tahun baru adalah pengingat bahwa proses pengembangan diri tidak pernah berhenti. Mari menjadikan 2026 sebagai momentum untuk:
meningkatkan kualitas akademik,
memperkaya pengalaman melalui berbagai kegiatan,
serta memperkuat kontribusi positif di lingkungan kampus dan masyarakat luas.
Dengan konsistensi, kerja sama, dan semangat kreatif khas Fikomers, kita percaya bahwa 2026 akan menjadi tahun penuh kesempatan dan pertumbuhan.
Selamat Tahun Baru 2026
Semoga segala rencana, harapan, dan langkah yang kita susun dapat berjalan dengan baik. Mari songsong 2026 dengan semangat baru, lebih kuat, lebih bijak, dan lebih siap menghadirkan perubahan positif.
Selamat Tahun Baru 2026, Fikomers! Semoga tahun ini membawa kebahagiaan, keberkahan, dan kesuksesan bagi kita semua.
Halo, Fikomers! Hari Natal selalu menjadi momen yang penuh kehangatan dan makna. Lebih dari sekadar perayaan, Natal mengajak kita untuk merenung, bersyukur, dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kasih, kedamaian, serta kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Momen untuk Bersyukur dan Menghadirkan Kebaikan
Di tengah kesibukan dan perjalanan panjang yang telah kita lalui sepanjang tahun, Natal mengingatkan kita untuk berhenti sejenak—mensyukuri pencapaian, pelajaran, dan setiap kebaikan yang hadir dalam hidup. Hari ini menjadi kesempatan indah untuk memperkuat hubungan, memaafkan, dan menghadirkan kebaikan kecil yang berdampak besar bagi orang di sekitar kita.
Menjaga Persaudaraan dalam Keberagaman
Natal juga menjadi ruang untuk merayakan semangat persaudaraan, terutama dalam keluarga besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma yang terdiri dari beragam latar belakang. Melalui nilai-nilai kasih, kepedulian, dan saling menghargai, kita dapat memperkuat solidaritas serta menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan harmonis.
Semangat Baru untuk Melangkah
Semoga Natal 2025 membawa damai di hati, kebahagiaan dalam setiap langkah, serta semangat baru untuk menyambut tantangan dan peluang di tahun mendatang. Mari terus memupuk nilai kemanusiaan dan kebersamaan demi menciptakan komunitas yang lebih baik dan penuh inspirasi.
Selamat Hari Natal 2025, Fikomers. Damai dan kasih selalu menyertai langkah kita semua.
Halo, Fikomers! Dalam beberapa waktu terakhir, beredar akun-akun Telegram palsu yang mengatasnamakan Kaprodi Ilmu Komunikasi, dosen, serta pihak kampus. Oknum tidak bertanggung jawab tersebut memanfaatkan identitas institusi untuk melakukan tindakan penipuan dengan meminta data pribadi, uang, atau permintaan lainnya yang tidak pernah dilakukan melalui prosedur resmi kampus.
Hati–Hati dengan Pesan Mencurigakan
Kami mengimbau seluruh mahasiswa untuk tidak menanggapi pesan maupun instruksi dari akun yang tidak terverifikasi. Jika kalian menerima pesan berupa:
Permintaan data pribadi,
Permintaan transfer uang,
Permintaan kode OTP,
Atau instruksi lain yang tidak sesuai prosedur,
maka dapat dipastikan bahwa pesan tersebut adalah modus penipuan.
Kanal Resmi Prodi Ilmu Komunikasi
Saat ini, satu-satunya kanal komunikasi resmi Program Studi Ilmu Komunikasi FIKOM UG adalah melalui WhatsApp di nomor:
📞 0817-7955-7333
Segala bentuk komunikasi, pengumuman, atau informasi resmi hanya disampaikan melalui nomor tersebut atau platform resmi Fakultas dan Universitas.
Laporkan Pesan Palsu, Lindungi Keamanan Digital
Jika kalian menerima pesan mencurigakan seperti contoh yang beredar, mohon untuk:
Tidak merespons pesan tersebut.
Tidak mengklik link apa pun yang dikirimkan.
Segera melaporkan ke kontak resmi Prodi Ilmu Komunikasi.
Tetap Bijak di Dunia Digital
Sebagai mahasiswa komunikasi, penting bagi kita untuk selalu menjaga literasi digital, keamanan data pribadi, dan kewaspadaan dalam menggunakan media sosial maupun aplikasi pesan instan.
Mari bersama-sama menjaga keamanan informasi dan membangun lingkungan digital yang lebih aman. Tetap waspada, tetap kritis, dan lindungi diri dari upaya penipuan digital, ya Fikomers!