BANGGAKAN FIKOM UG, DR. WIDIASTIANA VISTA WIJAYA, S.I.KOM., M.I.KOM. RAIH GELAR DOKTOR ILMU KOMUNIKASI DENGAN PREDIKAT CUMLAUDE
Halo, Fikomers!
Kabar membanggakan kembali datang dari lingkungan akademik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma. Segenap sivitas akademika FIKOM UG mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Widiastiana Vista Wijaya, S.I.Kom., M.I.Kom., Dosen dan Staf Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, atas keberhasilannya menyelesaikan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi dengan predikat cumlaude.
Pencapaian ini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik beliau sekaligus menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan keilmuan komunikasi melalui penelitian yang relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat di era digital.
MENGKAJI ETIKA SHARENTING DI MEDIA SOSIAL
Dalam perjalanan akademiknya, Dr. Widiastiana Vista Wijaya, S.I.Kom., M.I.Kom. berhasil mempertahankan disertasi berjudul:
“Etika Komunikasi Digital: Tinjauan Praktik Sharenting di Media Sosial.”
Penelitian tersebut mengangkat fenomena sharenting, yaitu praktik orang tua membagikan informasi, foto, video, maupun berbagai aktivitas anak melalui media sosial.
Di tengah perkembangan platform digital, praktik sharenting telah menjadi bagian dari kehidupan banyak keluarga. Media sosial memberikan ruang bagi orang tua untuk mendokumentasikan perkembangan anak, berbagi pengalaman pengasuhan, dan berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Namun, di balik praktik tersebut terdapat berbagai persoalan etis yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan privasi, keamanan digital, persetujuan, representasi, serta hak anak atas identitas digitalnya.
ANAK SEBAGAI SUBJEK DALAM KOMUNIKASI DIGITAL
Salah satu perspektif penting dalam kajian sharenting adalah bagaimana anak ditempatkan dalam proses pengambilan keputusan mengenai informasi dirinya yang dibagikan ke ruang digital.
Jejak digital yang terbentuk melalui unggahan orang tua dapat tersimpan dalam waktu yang panjang dan berpotensi memengaruhi kehidupan anak di kemudian hari. Karena itu, keputusan untuk membagikan konten mengenai anak tidak hanya berkaitan dengan hak orang tua untuk berbagi pengalaman, tetapi juga perlu mempertimbangkan kepentingan serta hak anak.
Perspektif tersebut menempatkan anak bukan semata-mata sebagai objek yang ditampilkan dalam konten, melainkan sebagai individu yang memiliki privasi, martabat, dan kepentingan yang perlu dihormati.
MENGHASILKAN ETHICAL SHARENTING FRAMEWORK
Salah satu kontribusi penting dari penelitian ini adalah lahirnya Ethical Sharenting Framework, sebuah kerangka yang mengintegrasikan perspektif Communication Privacy Management dan Deontologi untuk memahami praktik berbagi informasi mengenai anak secara lebih etis dan bertanggung jawab.
Kerangka tersebut dibangun melalui tiga dimensi utama, yaitu partisipasi dan agensi anak, privasi dan keamanan digital, serta martabat dan representasi anak.
Dimensi partisipasi dan agensi anak menekankan pentingnya mempertimbangkan suara dan keterlibatan anak sesuai dengan usia serta kapasitasnya. Dimensi privasi dan keamanan digital memberikan perhatian terhadap pengelolaan informasi pribadi dan berbagai risiko yang dapat muncul ketika konten anak dipublikasikan secara daring.
Sementara itu, dimensi martabat dan representasi anak menekankan pentingnya memastikan bahwa cara anak ditampilkan di media sosial tetap menghormati kehormatan, identitas, dan kepentingannya.
KONTRIBUSI BAGI KAJIAN KOMUNIKASI DIGITAL
Perkembangan media sosial telah menciptakan ruang komunikasi yang semakin kompleks. Batas antara ranah privat dan publik menjadi semakin dinamis, sementara informasi yang dibagikan secara digital dapat meninggalkan jejak yang sulit dihapus sepenuhnya.
Dalam konteks tersebut, penelitian mengenai etika komunikasi digital menjadi semakin relevan. Tidak hanya membahas bagaimana teknologi digunakan, kajian komunikasi juga perlu mempertanyakan bagaimana teknologi seharusnya digunakan secara bertanggung jawab.
Ethical Sharenting Framework yang dihasilkan melalui penelitian ini diharapkan dapat memperkaya diskusi akademik mengenai komunikasi keluarga, privasi digital, etika komunikasi, media sosial, serta perlindungan anak dalam ekosistem digital.
Penelitian ini juga membuka ruang bagi pengembangan kajian lanjutan mengenai hubungan antara teknologi, keluarga, hak anak, dan tanggung jawab pengguna media sosial.
RISET YANG RELEVAN DENGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT DIGITAL
Fenomena sharenting menunjukkan bahwa persoalan komunikasi digital hadir sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap unggahan dapat membawa konsekuensi yang tidak hanya dirasakan pada saat konten dipublikasikan, tetapi juga pada masa mendatang.
Karena itu, literasi digital perlu berjalan bersama dengan kesadaran etis. Kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan pertimbangan mengenai privasi, keamanan, hak individu, dan dampak dari setiap informasi yang dibagikan.
Melalui penelitian ini, ilmu komunikasi kembali menunjukkan perannya dalam memahami sekaligus memberikan perspektif terhadap berbagai perubahan sosial yang muncul akibat perkembangan teknologi.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian Dr. Widiastiana Vista Wijaya, S.I.Kom., M.I.Kom.
Semoga gelar doktor yang diraih menjadi awal bagi semakin banyak karya, penelitian, dan kontribusi akademik yang memperkaya perkembangan Ilmu Komunikasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selamat dan sukses, Dr. Widiastiana Vista Wijaya, S.I.Kom., M.I.Kom.!
Semoga terus berkarya, menginspirasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan ilmu komunikasi di era digital.
