BANGGAKAN FIKOM UG, DR. RIZKY WULAN RAMADHANI, S.I.KOM., M.I.KOM. RAIH GELAR DOKTOR ILMU KOMUNIKASI DENGAN PREDIKAT CUMLAUDE
Halo, Fikomers!
Kabar membanggakan datang dari lingkungan akademik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma. Segenap sivitas akademika FIKOM UG mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Rizky Wulan Ramadhani, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, atas keberhasilannya meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi dengan predikat cumlaude.
Pencapaian ini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik beliau sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang mengangkat persoalan sosial dan komunikasi dalam konteks hukum keluarga.
MENGKAJI KEKERASAN SIMBOLIK DALAM PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN
Dalam perjalanan akademiknya, Dr. Rizky Wulan Ramadhani, S.I.Kom., M.I.Kom. berhasil mempertahankan disertasi berjudul:
“Reproduksi Kekerasan Simbolik dan Logika Emo-Truth dalam Permohonan Dispensasi Kawin di Kabupaten dan Kota Cirebon.”
Penelitian tersebut mengangkat persoalan perkawinan anak melalui perspektif ilmu komunikasi dengan menelaah bagaimana realitas sosial, bahasa, emosi, serta struktur pemaknaan berperan dalam proses permohonan dispensasi kawin.
Kajian ini menjadi penting karena perkawinan anak tidak hanya dapat dilihat sebagai persoalan hukum dan sosial, tetapi juga sebagai fenomena komunikasi yang melibatkan proses pembentukan makna, legitimasi, serta reproduksi nilai dalam masyarakat.
MENGUNGKAP HABITUS DAN DOXA YANG MENORMALISASI PERKAWINAN ANAK
Salah satu temuan penting dalam penelitian ini berkaitan dengan keberadaan habitus dan doxa yang berperan dalam proses normalisasi perkawinan anak.
Habitus merujuk pada berbagai kecenderungan, pengalaman, dan cara pandang yang terbentuk melalui kehidupan sosial. Sementara itu, doxa berkaitan dengan keyakinan atau pemahaman yang telah diterima sebagai sesuatu yang dianggap wajar dan jarang dipertanyakan.
Melalui perspektif tersebut, penelitian ini memperlihatkan bahwa keputusan dan argumentasi mengenai perkawinan anak tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan struktur sosial dan sistem pemaknaan yang berkembang dalam lingkungan masyarakat.
Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana praktik sosial dapat terus direproduksi melalui bahasa, keyakinan, dan pola pikir yang telah mengakar.
EMO-TRUTH DAN AGGRO-TRUTH DALAM MEMBANGUN LEGITIMASI
Penelitian Dr. Rizky juga mengidentifikasi peran narasi emo-truth dan aggro-truth dalam proses pembentukan legitimasi pada permohonan dispensasi kawin.
Dalam konteks tersebut, emosi tidak hanya hadir sebagai ekspresi personal, tetapi dapat menjadi bagian dari cara sebuah realitas dibangun dan diyakinkan kepada pihak lain. Narasi yang berlandaskan pengalaman emosional dapat memengaruhi bagaimana persoalan dipahami, dibingkai, dan dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.
Kajian ini memperlihatkan bahwa proses komunikasi dalam ruang hukum tidak hanya melibatkan argumentasi formal, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh narasi emosional dan konstruksi sosial yang menyertainya.
MEMBERIKAN KONTRIBUSI BAGI PENGEMBANGAN TEORI
Selain memberikan pemahaman terhadap persoalan perkawinan anak, penelitian ini juga menghadirkan kontribusi akademik melalui penggunaan dan pengembangan perspektif teoretis.
Temuan penelitian memperkaya pembacaan terhadap pemikiran Pierre Bourdieu, khususnya mengenai habitus, doxa, dan kekerasan simbolik dalam konteks komunikasi dan praktik sosial.
Pada saat yang sama, penelitian ini memperluas penggunaan konsep emo-truth dari Jayson Harsin dengan membawanya ke dalam konteks peradilan hukum keluarga. Perspektif tersebut membuka ruang kajian lebih lanjut mengenai hubungan antara emosi, kebenaran, komunikasi, legitimasi, dan pengambilan keputusan dalam institusi sosial.
Dengan demikian, disertasi ini tidak hanya membahas sebuah fenomena sosial, tetapi juga memberikan perspektif teoretis yang dapat dikembangkan dalam penelitian komunikasi berikutnya.
RISET KOMUNIKASI YANG BERKONTRIBUSI BAGI MASYARAKAT
Pencapaian akademik memiliki makna yang semakin kuat ketika penelitian mampu memberikan perspektif baru terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kajian mengenai perkawinan anak memiliki relevansi dengan berbagai bidang, mulai dari komunikasi, hukum, keluarga, perlindungan anak, hingga kebijakan sosial. Melalui pendekatan komunikasi, penelitian dapat membantu menjelaskan bagaimana bahasa, nilai, emosi, dan relasi sosial turut membentuk praktik yang terjadi di masyarakat.
Hal tersebut sekaligus menunjukkan luasnya ruang kajian Ilmu Komunikasi dalam memahami berbagai persoalan sosial secara kritis dan multidisipliner.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menyampaikan apresiasi atas pencapaian Dr. Rizky Wulan Ramadhani, S.I.Kom., M.I.Kom.
Semoga gelar doktor dan ilmu yang diperoleh menjadi awal bagi lahirnya semakin banyak penelitian, publikasi, serta kontribusi akademik yang memberikan manfaat bagi pengembangan Ilmu Komunikasi dan masyarakat.
Selamat dan sukses, Dr. Rizky Wulan Ramadhani, S.I.Kom., M.I.Kom.!
Semoga terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, menginspirasi sivitas akademika, dan menghadirkan penelitian yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
