FIKOM FUN FACT: LEBIH DARI 50% KOMUNIKASI ADALAH MENDENGARKAN!
Halo, Fikomers!
Tahukah kamu? Dalam proses komunikasi, lebih dari 50% aktivitas kita sebenarnya adalah mendengarkan. Ya, bukan berbicara, menulis, atau membaca, melainkan mendengarkan.
Namun, sayangnya, banyak orang masih menganggap mendengarkan hanya sebagai tindakan pasif: diam, mengangguk, atau sekadar menunggu giliran bicara. Padahal, mendengarkan adalah keterampilan aktif yang membutuhkan perhatian penuh, empati, dan kesadaran terhadap pesan yang disampaikan lawan bicara.

Apa Itu Mendengarkan Aktif?
Mendengarkan aktif (active listening) berarti kamu benar-benar fokus pada pembicara, bukan hanya pada kata-katanya, tetapi juga nada suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Kamu tidak hanya mendengar apa yang dikatakan, tetapi juga berusaha memahami mengapa hal itu dikatakan.
Dengan menerapkan keterampilan ini, kamu bisa:
- Memahami pesan dengan lebih akurat.
- Memberikan tanggapan yang relevan dan bijak.
- Menghindari salah paham atau konflik komunikasi.
- Membuat lawan bicara merasa dihargai dan dimengerti.
Mengapa Penting bagi Mahasiswa Ilmu Komunikasi?
Sebagai calon profesional di dunia komunikasi, kemampuan mendengarkan aktif adalah fondasi utama dalam setiap interaksi — baik saat wawancara, presentasi, liputan jurnalistik, moderasi acara, hingga kerja tim.
Kemampuan ini akan membuat kamu tampil sebagai komunikator yang empatik, profesional, dan berpengaruh.

Yuk, Latih dari Sekarang!
Cobalah mulai hari ini: saat teman berbicara, hentikan kebiasaan menyela. Tatap mata mereka, dengarkan sepenuhnya, lalu tanggapi dengan tulus. Semakin sering kamu berlatih, semakin kuat pula kemampuan mendengarkan aktifmu.
Karena sejatinya, komunikator hebat bukan hanya pandai berbicara, tapi juga cermat mendengarkan. 👂✨
