Media Online dan Persepsi Publik

 

Persepsi tentang sebuah negara, baik itu baik maupun buruk, dapat dipengaruhi, bahkan dapat dibentuk, oleh pemberitaan di media massa cetak atau elektronik, termasuk portal berita di internet. Berbagai perusahaan atau institusi yang bergerak di media massa sudah memanfaatkan portal internet sebagai media komunikasi atau media informasinya.

Pemberitaan atau informasi tentang sebuah negara bisa tersebar secara masif dan femomena tersebut makin meningkat dengan terbentuknya masyarakat informasi yang cenderung mencari informasi apapun melalui internet, khususnya melalui mesin pencari. Berbagai peristiwa atau pernyataan mengenai sebuah negara pun bermunculan di internet. Suka atau tidak suka, berbagai informasi tersebut dapat membentuk persepsi publik, yang bisa berkonotasi positif atau negatif. Apalagi jika informasi tersebut tidak utuh atau hanya disajikan sebagian saja.

Memang ada kecenderungan bahwa pemberitaan di media massa mempunyai sudut pandang dan gaya masing-masing. Jadi masalah informasi sepihak atau tidak utuh sudah menjadi keniscayaaan karena masyarakat pun cenderung hanya perlu informasi atau berita singkat di media online. Dengan kata lain, rasanya kita pun tidak akan berlama-lama membaca berita di online yang berlembar-lembar halaman, kecuali untuk tujuan khusus seperti penelitian atau kajian.

Mengingat peran media massa dalam mempengaruhi opini publik itulah berbagai pihak, orang, perusahaan, bahkan negara, memanfaatkannya untuk kepentingannya masing-masing. Kepentingan itu bisa sebatas edukasi, promosi, bahkan bisa dijadikan alat politik atau agitasi dengan agenda atau tujuan yang sering tidak diketahui oleh publik, atau orang awam. Bahkan mungkin saja keluguan atau ketidaktahuan masyarakat tersebut menjadi faktor pendorong atau yang mempermudah agenda atau tujuan yang terselubung.

Saat ini bahkan media massa sering dikatakan sebagai pilar penting dalam demokrasi. Bahkan dengan kosakata yang lebih bombastis, keberadaan dan peran penting media massa bisa memunculkan perang media massa bagi dua atau lebih pihak yang mempunyai kepentingan yang sama atau saling berhadapan. Ya,” news war” menjadi bentuk peperangan yang bisa menjatuhkan atau memperlemah posisi pihak lain, atau setidaknya bisa mempengaruhi atau membentuk persepsi negatif terhadap pihak yang dijadikan lawan politik atau pihak yang berseberangan dalam dalam agenda atau kepentingan tertentu.

Apakah upaya pembentukan atau  memengaruhi  persepsi publik tersebut berhasil? Semua kembali kepada masyarakat itu sendiri. Sebagai masyarakat awam yang selalu mencari informasi melalui internet, masyarakat dihadapi pada pilihan untuk suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, bahkan penilaian benar atau salah terhadap informasi atau pemberitaan di media online. Toh bisa saja masyarakat penyuka media online tidak bisa didikte atau  mempunyai logika tersendiri dalam menyikapi pemberitaan atau informasi di media online tersebut.

Keterangan:

Opini pribadi dari admin BAPSI sebagai orang awam yang selalu mencari informasi melalui mesin pencari

 

Post Your Thoughts


6 + = twelve