Survey Indeks Kebebasan Pers Dunia 2014

Finlandia menempati peringkat pertama dalam hal kebebasan pers pada tahun 2014, disusul oleh Belanda, Norwegia, Luxemburg, dan Andora. Lima Negara yang menempati peringkat terbawah adalah Somalia, Suriah, Turkmenistan, Korea Utara, dan paling buncit, Eritrea. China menempati posisi ke-175, atau ke-6 dari bawah. Kebebasan pers di Indonesia dinilai masih rendah, menempati peringkat ke-132 dari 180 negara yang disurvey. Indonesia dianggap masih lebih baik dibandingkan tujuh Negara di Wilayah ASEAN lainnya yaitu Kamboja (144), Myanmar (145), Malaysia (147), Filipina (149), Singapura (150), Laos (171), dan Vietnam (174). Timor Leste menjadi Negara di ASEAN yang paling bebas yaitu menempati peringkat ke-77 disusul Brunei (117) dan Thailand (130).

Press Freedom

Peringkat kebebasan pers dinilai berdasarkan World Press Freedom Index (WPFI) yang dirilis oleh Reporters Without Borders, sebuah asosiasi yang didirikan pertama kali pada tahun 1985 oleh empat orang Jurnalis di Perancis. WPFI diukur berdasarkan kuisener yang diisi oleh 18 LSM international, 150 koresponden, serta para jurnalis, peneliti, pengamat, dan aktivis HAM di seluruh dunia. Kuisener tersebut terdiri dari enam kriteria umum, yaitu pluralisme, independensi media, lingkungan dan sensor, kerangka legislatif, transparansi, serta infrastruktur. Penjelasan metodologi selengkapnya untuk tahun 2014 dapat dilihat di sini, sedangkan kuisener lengkapnya di sini.

Post Your Thoughts


2 + eight =